TANGERANG RAYAUncategorized

Ananta Wahana Sampaikan Duka Cita Kepada Keluarga Korban Bom Surabaya

 

TANGERANG, (B1) – Anggota DPRD Banten Ananta Wahana, sampaikan duka cita kepada salah satu keluarga korban pengeboman di Surabaya. Ananta sampaikan duka cita dengan mendatangi langsung ke rumah duka Oasis, Bitung, Tangerang, Selasa, (15/5/18).

banner 300x600

Anggota DPRD Provinsi Banten, Ananta Wahana yang hadir dalam acara misa requirem, Selasa (15/5) sore, mengungkapkan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Ananta juga mengucapkan permohonan maaf, apabila dalam mengurus kepulangan jenazah korban dari Surabaya ke Tangerang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Kami menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ibu Legita Lim korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Surabaya. Kami atas nama DPRD Provinsi Banten juga mohon maaf yang sedalam-dalamnya, apabila dalam proses pemulangan jenazah kurang mendapa perhatian dari pihak pemerintah. Kami berdoa dan percaya almarhum Ibu Legita Lim telah mendapat tempat baik bersama Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Ananta.

Untuk diketahui salah satu korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Tercela Surabaya, Minggu (13/5) lalu, adalah Ny Legita Lim (56), yang merupakan warga Kota Tangerang akan dikremasi, Rabu (16/5). Saat ini, korban sudah berada di rumah duka, Oasis Bitung, Tangerang.

Menurut salah seorang keluarganya, korban pergi ke Surabaya sejak Sabtu (12/5), karena sedang ada kegiatan promisi batik Cirebon di Plaza Tunjungan Surabaya. Pada saat hari minggu, karena korban adalah orang Nasrani, korban mengikuti misa di gereja yang menjadi sasaran pelaku bom. Korban terkena ladakan bom ketika sudah berada di luar gereja setelah mengikuti ibadah misa.

Pada saat kejadian tersebut, anak korban, Max Prawira, yang berada di Kota Tangerang mendengar jika ada kejadian peledakan bom di sebuah gereja katholik di Surabaya. Namun, mendiang ibu yang dikenalnya paling aktif berkomunikasi, memberikan informasi, lewat telepon setiap kali melihat kejadian di tempat ia berada, tidak ada kabarnya.

Dan, pada saat sang ibu ditelepon pun tidak ada jawaban. Dari situlah, Max segera bergegas memesan tiket pesawat untuk terbang ke Surabaya, mencari lokasi gereja yang terkena serangan bom. Sampai di lokasi, ternyata firasatnya benar, ibunya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa menjadi korban ledakan bom di Surabaya. (pudin).

Exit mobile version