SERANG, (B1) – Terkait pintu perlintasan kereta api yang belum ada penjaga, Camat Kasemen Subagyo menyatakan,
di Kecamatan Kasemen terdapat tujuh pintu rel kereta api. Salah satu pintu sudah otomatis dan lima pintu lainnya dijaga petugas. Sedangkan satu pintu di Kampung Sukajaya tidak memiliki penjaga.
” Semuanya ada tujuh, yang lima memang ada penjaganya dan diberi honor oleh Dishub. Yang satu otomatis dan yang satu tidak ada penjaganya.” katanya ketika ditemui di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Jum’at, (20/04/18).
Terkait hal tersebut, pihaknya sudah mencoba meminta partisipasi warga untuk menjaga,namun belum ada yang siap.
” Pada saat itu pas minta partisipasi warga untuk menjaga, memang tidak ada yang siap. Kami minta ke RT, sampai beberapa waktu yang ditunggu palang pintu itu memang tidak ada yang siap menjaganya,” terang.
Lanjut Subagyo, pihaknya sudah kordinasi ke pihak terkait,untuk memberdayakan masyarakat sekitar perlintasan. Itu untuk menjaga perlintasan tersebut agar jangan ada lagi korban.
” Kemarin juga ngobrol dengan Kapolres coba dimanfaatkan ada tukang tambal ban di sekitar rel,” jelasnya.
Sementara itu Dinas Perhubungan Kota Serang tidak menganggarkan honor bagi penjaga perlintasan di Kampung Sukajaya, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Pasalnya rangkaian rel tersebut merupakan jalan buntu yang tidak dilintasi oleh kendaraan roda empat.
” Kebetulan pada saat itu, perlintasan tersebut tidak termasuk kepada yang dianggarkan dipenunggunya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang A Mujimi, dihubungi melalui telepon.
Ia menegaskan, sasaran Dishub hanya membantu meminimalisir kecelakaan.
“Karena Dishub itu melengkapi yang sudah dijadikan keputusan bersama dan itu jalan buntu yang tidak dilintasi oleh mobil,” terangnya.
Meskipun demikian, ia mengaku telah menganggarkan penjaga palang pintu sebanyak 17 orang, yang tersebar di beberapa titik di Kota Serang.
“Kami hanya berusaha meminimalisir, yang namanya musibah itu akan terjadi pada siapapun,” terangnya.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, Dishub Kota Serang sudah telah menganggarkan untuk honor bagi penjaga rel kereta api. Masing-masing diberi Rp1 juta rupiah perbulan yang dikirimkan melalui rekening.
” Anggaran itu ada di perubahan tahun 2017. Kami buatkan tempat penunggunya juga, dan yang belum terbayarkan mudah-mudahan bisa teranggarkan,” pungkasnya. (Faiz).
