TANGERANG, (B1) – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan lakukan penyesuaian layanan. Hal itu menjadi solusi atas masalah yang timbul akibat penggunaan jalur kereta bandara di rute KRL lintas stasiun Tangerang – Duri.
Salah satu permasalahan yang timbul antara lain bertumpuknya penumpang di sejumlah stasiun, dikarenakan frekuensi perjalanan berkurang dan waktu tunggu kereta bertambah lama.
Kepala Stasiun Tangerang, Acep Kusnadi mengatakan frekuensi perjalanan KRL Tangerang – Duri berkurang dari 90 perjalanan menjadi 80 perjalanan per hari. Selain itu, kendala yang dikeluhkan penumpang yakni headway atau waktu tunggu kereta yang sebelumnya 20 menit menjadi 30 menit karena dampak perjalanan kereta api bandara yang bertambah. Akibatnya, ada penumpang yang tidak terangkut dikarenakan kereta sudah penuh.
“Sekarang perjalanan kereta bandara itu ada 80 dan perjalanan KCI Tangerang – Duri 80. Sebelumnya, berhubung kereta bandara belum sepenuhnya beroperasi, KRL Tangerang – Duri masih bisa 90 perjalanan. Akan tetapi kalau kereta bandara menambah perjalanannya, otomatis kita harus menyesuaikan menjadi 80 perjalanan,” papar Acep, kemarin.
Dengan demikian, lanjut Acep, PT KCI berupaya mengurangi penumpukan penumpang dengan menambah jumlah gerbong pada rangkaian kereta yang melintas di rute Tangerang – Duri dari 8 gerbong kereta menjadi 12 gerbong.
“Kita mengubah stand formasi dari 8 dan 10 gerbong menjadi 8 dan 12 gerbong. Kita memiliki 4 rangkaian kereta dan sudah mulai beroperasi sejak bulan maret lalu,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata Acep, solusi lainnya yakni dengan menambahkan satu perjalanan kereta pada jam sibuk. Jadwal keberangkatan kereta ditambahkan pada pukul 07.15 WIB dan pukul 17.15 WIB.
“Mulai hari ini (kemarin) ditambah satu keberangkatan pada pukul 07.15 WIB dan 17.15 WIB untuk mengurangi kepadatan penumpang dan juga agar penumpang itu terangkut semua. Sebelumnya, ada beberapa penumpang yang tidak terangkut karena kereta sudah penuh,” tuturnya.
Dengan adanya penyesuaian ini, Acep berharap para pengguna KRL dapat mengatur kembali jam keberangkatannya. “Kami himbau kepada para penumpang agar bisa kembali atur jadwal keberangkatannya. Dengan begitu, para penumpang tak terlambat sampai di tempat tujuan,” imbuhnya.
Sementara Hani, salah seorang pengguna KRL yang mengaku tinggal di Batuceper ini menyayangkan waktu tunggu kereta yang bertambah lama. Menurut dia, waktu tunggu kereta yang bertambah menjadi 30 menit itu membuatnya harus mengatur ulang jadwal keberangkatannya. Terlebih, penumpang juga harus berdesakan akibat pengurangan perjalanan.
“Para pekerja yang naik kereta itu sudah pasti punya jadwal waktunya sendiri. Kalau ada perubahan sedikit saja entah dari jadwal keberangkatan atau kereta mengalami gangguan, itu akan berpengaruh pada jadwal di hari itu,” terangnya.
Ia juga berpendapat bahwa kereta bandara cukup dari Batuceper saja. “Jadi yang mau ke bandara bisa ikut naik kereta reguler saja, transit di stasiun Duri dan naik kereta menuju Bandara dari Batuceper. Ya supaya waktu kedatangan keretanya juga bisa kembali menjadi 15 menit sekali,” tandasnya. (pudin).
