SERANG, (B1) – Menteri tenaga kerja (Menaker) Hanif Dakhiri meminta kepada pelaku industri, untuk menerima lowongan pekerjaan bukan hanya dilihat dari ijazah formal saja, tapi melihat juga sertifikasi profesi.
“Sehingga yang memiliki ijazah sd tapi punya sertifikasi keahlian bisa dipakai begitu juga yang punya ijazah sma bisa dipakai,” katanya saat melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Serang, Senin (2/04/18).
Hanif menerangkan, angkatan kerja di Indonesia saat ini mencapai 128 juta dan sebanyak 60,8 persen merupakan lulusan SD atau SMP.
“Mereka tidak banyak pilihan kalau masuk ke pasar kerja, rata-rata masuknya ke industri padat karya
seperti garmen dan pabrik sepatu,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Hanif, pelatihan kerja manjadi sangat penting bagi masyarakat. Pelatihan kerja juga yang menjembatani masyarakat ke dunia kerja.
“Bukan hanya sekolah yang keren pelatihan kerja juga keren, pelatihan kerja memiliki manfaat yang luar biasa. Ada dua ruang terbuka yang positif diciptakan oleh pelatihan kerja yakni ruang terbuka industri dan ruang untuk wirausaha mandiri,” ucapnya.
Saat ini,kata Hanif, kesempatan untuk memiliki skill dibuka selebar-lebarnya oleh Pemerintah melalui BLKI termasuk di Serang.
“Sekarang dibuka aksesnya oleh BLKI yang tidak sekolah juga boleh ikut pelatihan kerja di BLKI. Terbuka untuk masyarakat, pemerintah memastikan agar masyarakat kita memiliki dan meningkatkan skill,” pungkasnya. (faiz)
