Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

FAM UIN Banten Demo Terkait Buku Bahasa

×

FAM UIN Banten Demo Terkait Buku Bahasa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Front Aksi Mahasiswa (FAM) UIN Banten, gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Kamis (19/4/18).

Example 300x600

Aksi tersebut buntut dari adanya kesalahan gambar pada buku paket Bahasa Jawa Banten yang diedarkan ke Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtida’iah (MI) yang diperuntukkan bagi kelas 6 SD/MI Kota Serang.

Dalam buku tersebut, gambar yang tercetak adalah gambar Sultan Hasanudin Makassar bukan Sultan Maulana Hasanudin Banten, padahal dalam isi buku tersebut menceritakan Sultan Maulana Hasanudin Banten.

Koordinator aksi, Harul Ilmi menilai ada keteledoran dari Dinas Pendidikan Kota Serang terhadap buku tersebut yang dicetak sejak tahun 2014.

“Artinya, dalam waktu 4 tahun ini generasi Banten telah dibodohi tentang sejarah, anak-anak SD di Serang setiap hari mengkonsumsi gambar Sultan Hasanudin Makassar sebagai pahlawan Banten,” ucapnya.

Ia menilai keteledoran dan kurangnya pengecekan dari pihak Dinas Pendidikan Kota Serang terhadap buku tersebut adalah sebuah tragedi dalam penyimpangan sejarah.

“Buku tersebut akan menjadi indoktrinisasi kepada generasi muda, bahwa sosok Sultan Hasanudin Makassar sebagai Sultan Maulana Hasanudin Banten, sudah berapa ribu anak bangsa yang tertipu terhadap sosok Pahlawan Banten yang aslinya itu bukan” ujarnya.

Massa aksi pun menuntut kepada Dinas Pendidikan Kota Serang untuk segera menarik peredaran buku tersebut di sekolah-sekolah di seluruh Kota Serang.

Sementara itu, Kepala Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Kota Serang, Tb. Suherman yang menemui massa aksi menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada mahasiswa yang memberikan koreksi dan masukkannya terhadap buku paket yang dicetak Dindik sejak tahun 2014 lalu.

“Pak Kadis menyampaikan amanat kepada saya bahwa buku tersebut pada saat dicetak untuk kelas 6 di tahun 2014 itu hanya dicetak satu kali,” ucapnya.

Ia pun mengatakan bahwa buku tersebut telah ditarik oleh Dindik dari sekolah-sekolah di tahun 2018 karena menjadi perdebatan.

“Karena menjadi debatable, tanggal 8 Februari 2018, Dindik melalui upt sudah menarik semua buku-buku tersebut, revisinya sedang dipersiapkan, sekarang gambar yang menjadi debatable itu akan dicoret, akan dicetak cerita ketokohannya aja tanpa gambar, ” ungkapnya.

Iapun menyatakan bahwa pihaknya masih akan terus berupaya menarik seluruh buku yang masih beredar di sekolah-sekolah.

“Dalam waktu dekat, kita coba akan tarik buku-buku yang masih tersisa di peredaran,” pungkasnya. (Faiz).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post