Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

Blokir Jalan, Warga Padarincang Keukeuh Tolak Proyek Geothermal

×

Blokir Jalan, Warga Padarincang Keukeuh Tolak Proyek Geothermal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Warga Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, kembali lakukan aksi pemblokiran akses masuk ke lokasi proyek Panas bumi (Gehotermal). Mereka berdoa dan meminta kepada pemerintah agar tidak memperpanjang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki PT Sintesa Banten Geothermal di Gunung Prakasak yang akan habis pada pada 28 April, Kamis (26/4/18).

Example 300x600

” Mari kita sama bersemangat menolak proyek geothermal ini, yang akan membawa dampak buruk kepada masyarakat,” teriak salah seorang warga.

Aksi yang ketiga kalinya di lokasi proyek tersebut dikomandoi Syarekat Perjuangan Rakyat (Sapar) yang diisi berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Padarincang kali ini Mereka meminta Pemerintah tidak memperpanjang izin.

“Kita minta pemerintah tidak memperpanjang lagi izinnya, karena kami tetap menolak proyek ini,”pinta Humas Sapar Muhammad Rendi.

Sejauh ini, menurutnya, Respon pemerintah sangat buruk untuk menampung aspirasi masyarakat. Rendi menudung pemerintah pusat maupun daerah hanya mementingkan bisnis semata.

“Sebuah ini respons dari pemerintah kurang responsif, karena pertimbanganya bisnis. Mereka berfikir bahwa pembangunan ini bisa mensejahterakan masyarakat. Tapi dampaknya tidak diperhatikan, karena langsung kepada masyarakat. Apalagi sini (dibawah lokasi proyek)  pandat penduduk,” tegasnya.

Rendi kembali menegaskan, masyarakat Padarincang bukan anti pembangunan dan investasi. Tetapi pembangunan yang akan membawa dampak buruk harus ditolak. Sebab pembangunan harus memperhatikan sisi kemanusiaan.

Protes terhadap proyek tersebut akan terus dilakukan, supaya benar-benar proyek tersebut berhenti. Warga juga mengancam akan menggelar aksi kembali jika izin tersebut di perpanjangan pemerintah.

Terkait janji Wakil Gubernur Banten Andika Hazury yang berjanji akan memfasilitasi warga Padarincang dengan Kementerian ESDM sampai saat ini belum belum terealisasi. Lagi pula jika pertemuan antar warga dengan Kementerian, mereka tetap akan meminta proyek tersebut dibatalkan.

“Kami juga tidak mau jika hanya berbincang-bincang saja. Kami ingin ada kesempatan (Proyek Geothermal)  ini ditutup. Yang harus diperhatikan itu diatas gunung itu ada masyarakat,” tegasnya.

Lokasi pengeboran pada proyek strategis nasional yang berlokasi diatas gunung Parakasak ternyata sudah memdampak kepada ratusan warga di Kampung Cikoneng dan Barengkok yang berlokasi di bawah gunung.

Hal tersebut sudah terasa berdampak dimana saat beberapa jam saja hujan mengguyur wilayah tersebut kemarin pagi, material bekas pengeboran dan pembukaan akses jalan seperti lumpur turun ke perkampungan. Bahkan sawah warga terendam dan sebuah tanggul ikut jebol.

“Sebelum eksplorasi atau pengeboran sedalam 3000 meter adalah membuka akses jalan, hujan beberapa jam kampung Barengkok dan Cikoneng sudah kebanjiran, sawah terendam dan tanggul jebol. Padahal ini baru tahapan pembukaan jalan. Tidak bisa terbayangkan saat dibor sedalam 3000 meter,”ungkapnya.

“Material tanah ke bawa ke sini, kenapa bisa banjir aliran air tersumbat karena ada batu, material tanah ditambah lagi pohon-pohonya sudah tidak ada,” pungkasnya. (faiz).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post