TIGARAKSA, (B1) – Ketua Umum (Ketum) Persatuan Bola Basket Seluruh Indoneseia (Perbasi) pusat Dani Kosasih kukuhkan kepengurusan Provinsi Banten, masa bakti 2018-2022. Pengukuhan dilakukan di hotel Ara Gading, Serpong, Kabupaten Tangerang, Selasa, (6/3/18).
Dani mengatakan, prestasi bola basket Indonesia di regional Asia belum begitu menggembirakan. Berbagai cara dilakukan Pebasi agar prestasi bola basket dapat mengharumkan Merah Putih.
Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan coba mengundang ke Indonesia bintang-bintang pemain bola basket Amerika Serikat. Namun mengundang tim atau atlet bola basket Amerika tidak semudah yang dibayangkan.
“Kita harus bertarung dengan Jepang dan Filiphina, hanya untuk melihat pemain Basket Amerika berlaga di Indonesia. Itu diharapkan dapat membangkitkan kecintaan masyarakat tanah air terhadap bola basket. Selain itu tentu pemain bola basket Indonesia dapat belajar banyak dari penampilan pemain Amerika,” ucapnya.
Dikatakan, untuk PON sendiri cabang olahraga bola basket untuk dapat ikut serta sangat ketat. Bayangkan dari 34 provinsi di Indonesia, hanya delapan provinsi yang berhak tampil di PON. Delapan tim yang tampil di PON pun dikurangi dengan juara bertahan,tuan rumah dan runner up.
Otomatis kuota yang tersisa untuk diperebutkan oleh tim yang akan berlaga di PON nanti hanya tinggal lima tim. Melihat hal itu Ia berpesan, kepada pengurus Perbasi Banten untuk cepat berbenah dan bekerja agar hasil di PON maksimal.
“Usai dilantik langsung aksi. Banten jangan sampai ketinggalan. Sebab ternyata orang dengan tinggi ideal untuk menjadi atlet bola basket ternyata banyak berada di Banten. Bayangkan ada anak SMP yang tingginya hampir dua meter,” imbuhnya.
Ketua Perbasi Banten yang baru dilantik, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, harus ada komunikasi yang baik antara atlet,pelatih, Koni dan pihak terkait untuk mencetak prestasi olahraga khususnya basket. Kerja sama antara pengurus olahraga dengan pemerintah sangat diperlukan.
Bagi Pemerintah Daerah perhatian terhadap olahraga harus ditingkatkan. Dengan harapan perhatian bidang olahraga dari APBN maupun APBD dapat memenuhi kebutuhan sebagaimana olahraga sebagaimana diwajibkan dalam Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional.
“Yang diperlukan adalah komunikasi agar pembinaan dapat berjalan dengan baik. Selain itu untuk mencetak atlet yang handal tentu tuidak bisa dengan instan butuh komitmen semua pihak. Salah satunya dengan pembangunan sport center atau sport science,” tandasnya.
Sementara ketua KONI Banten Rumiah berharap prestasi cabang olahraga bola basket Banten terus meningkat. Menuruttnya, sudah saatnya Banten bangkit agar menjadi wilayah yang dikenal berprestasi di bidang olahraga.
“Saya kira sudah saatnya mewujudkan Banten Cemerlang, khususnya bidang olahraga. Pak Zaki orang yang komitmen terhadap perkembangan olahraga,” pungkasnya. (bayu).
























