BANTEN RAYAUncategorized

Pemuda Muhammadiyah Banten Sebut Pemilu Seringkali Munculkan Problem

 

SERANG, (B1) – Pemuda Muhammadiyah Banten, sebut seringkali saat penyelenggaraan pemilu selalu menyisakan problem. Dimana salah satunya adalah munculnya fenomena petahana melawan kotak kosong.

banner 300x600

“Untuk itu, kita dari pemuda Muhammadiyah ingin langsung mengkaji persoalan kepemiluan yang selalu menyisakan problem itu,” kata Sekertaris Pemuda Muhamadiyah Banten Suparta Kurniawan usai ditemui acara Demokrasi dan Kepemiluan menguji rasa pemilu serentak di Kota Serang, Sabtu 10/03/2018.

“Meskipun secara konstitusional calon tunggal itu sah tapi dari sisi esensi demokrasinya ada problem yang tersendat,” tambahnya.

Dengan adanya diskusi ini, Suparta mengatakan, Pemuda Muhammadiyah ingin mendorong gerakan-gerakan kepemudaan untuk mengkaji persoalan kepemiluan baik dari segi undang-undang maupun dari segi demokrasinya.

“Proses pemilu tidak akan berjalan sukses tanpa adanya partisipasi dari masyarakat. Dalam hal ini pemuda Muhammadiyah memberikan edukasi politik bahwa memilih itu penting, tentu dengan hati nurani,” jelasnya

Sementara itu, Koordinator Nasional Lembaga pemantau Pemilu, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto, mengatakan, bahwa partisipasi politik itu menjadi sesuatu hal yang wajib dilakukan oleh publik atau masyarakat.

“Karena proses itu bagian dari mengcounter kedaulatan pemilih, karena proses kedaulatan itu ada di tangan rakyat,” ungkapnya.

Dalam proses demokrasi ada banyak hal yang harus di control sementara penyelenggara pemilu, diterangkan Sunanto, memiliki SDM yang terbatas hanya tiga di kecamatan satu di tingkat desa kalau tidak di bantu oleh masyarakat maka pasti kewalahan

“Untuk memastikan proses itu berjalan benar itu harus dilakukan oleh publik, peran publik itu menjadi sangat penting untuk mengcounter apakah ada permainan misalkan antara penyelenggara dengan peserta pemilu atau sebaliknya,” pungkasnya. (faiz).

Exit mobile version