SERANG, (B1) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten, baru saja menggelar kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) I, Rabu (21/3/2018) di Garuda Room 5 – Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten.
Abdul Aziz Ketua Pelaksana kegiatan Musda I DPD Asperapi Banten, kegiatan Musda merupakan amanah AD/ART Asosiasi yang harus memilih ketua DPD yang baru mengingat masa periode nya sudah habis. Selain itu, kegiatan ini juga membahas program-kerja DPD Asperapi ke depan.
“Agenda Musda I Asperapi Banten 2018 ini meliputi laporan pertanggungjawaban DPD Asperapi Banten periode 2014-2018, pemilihan Ketua DPD Asperapi Banten periode 2018-2022, dan penyusunan program kerja DPD Asperapi Banten periode 2018-2022,” jelasnya.
Dalam agenda Musda juga dilaksanakan kegiatan dialog interaktif yang mengangkat tema ‘Peluang dan Tantangan Meeting,Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di Banten’ yang diharapkan lewat kegiatan dialog tersebut, bisa menambah wawasan para peserta musda dan memperkaya program Asperapi Banten periode 2018-2022.
Effie Setiabudi Ketua Umum Asperapi menyampaikan agar seluruh anggota DPD Asperapi Banten harus siap berkompetisi dengan para pelaku Industri pameran yang datang dari berbagai wilayah di nusantara bahkan mancanegara dan jangan sampai menjadi penonton didaerah sendiri.
Ditempat yang sama, Eneng Nurcahyati Kepala Dinas Pariwisata Banten menekankan potensi dan peluang pariwisata di Banten dan berharap agar Asperapi Banten dapat menjadi salah satu pendorong berkembangnya industri pariwisata khususnya industri MICE di Provinsi Banten.
Heri Handoko, Anggota DPRD Komisi III yang salah satu nya membidangi pariwisata sangat menyambut baik Musda DPD Asperapi Banten dan siap mendukung program kerja yang dapat meningkatkan industri pariwisata khususnya MICE di Banten.
Heri memaparkan, PDRB dari sektor pariwisata di Banten saat ini masih rendah yaitu berada di peringkat ke 9.
“Mudah-mudahan Asperapi mampu ikut berkontribusi dalam meningkatkan PDRB dari sektor pariwisata tersebut,” ucapnya.
Beliau juga menambahkan jika ada rekomendasi yang perlu disampaikan melalui kelembagaan (DPRD) terkait rekomendasi yang dihasilkan dalam Musda, pengurus Asperapi Banten dapat memanfaat jalur audiensi resmi sehingga rekomendasinya dapat di tindaklanjuti oleh pihaknya.
Pada Musda yang digelar untuk pertama kalinya tersebut, muncul beberapa nama sebagai kandidat calon Ketua Umum baru, mulai dari Deden Sunandar dari Ligar Corp, Karmila Dari Indonesia Convention Exhibition (ICE), Rachmat Ginandjar dari PT Direktur Fajar Pikiran Rakyat, Abdul Aziz Dwipa Production, Novianti dari CV Cahaya dan beberapa nama lainnya.
Dengan meraih total suara 75 persen, Deden Sunandar terpilih kembali menjadi Ketua Umum DPD Asperapi Banten periode 2018-2022.
Sementara itu Ketua DPD Asperapi Banten terpilih Deden Sunandar atau yang akrab disapa Aden dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banten memiliki potensi besar sebagai Provinsi MICE namun harus dipandang secara utuh.
“Banten depan terdiri dari wilayah Tangerang Raya sebagai pusat bisnis meeting, konferensi dan exhibition. Sedangkan Vanten belakang terdiri dari 5 wilayah yaitu Kota/Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak sebagai pusat insentif destinasi wisatanya. Dengan keberadaan bandara Soeta (Soekarno Hatta) diwilayah Banten serta didukung venue terbesar di Indonesia (ICE), diprediksi Banten akan menjadi pusat MICE di Indonesia beberapa tahun kedepan,” tegasnya.
Adapun, beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari Musda I DPD Asperapi Banten diantaranya adalah melaksanakan event tahunan Banten MICE Forum, mendorong terbentuknya Banten Convention Biro, membangun industri MICE di Banten bersama-sama dengan lintas stakeholder pariwisata lainnya dan rekomendasi khusus agar Kepala Dinas Pariwisata jangan berganti-ganti setidaknya selama periode 5 tahun. (Baehaqi Rizal).
























