BANTEN RAYAUncategorized

Pemprov Jamin Proyek Geothermal Tidak Masalah

 

SERANG,(B1) – Terkait Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau geothermal di Kampung Wangun, Desa Batu Kuwung, Padarincang, diklaim Pemprov Banten tidak ada masalah.

banner 300x600

Menurut Kepala Dinas ESDM Eko Palmadi Provinsi Banten menyatakan, yang ada hanya masalah pemahaman masyarakat yang belum mengerti.

” Ya sekarang lihat ajalah. Di daerah lain juga ga ada masalah seperti di Jawa Barat, Lampung,NTT, ga pernah ada masalah,malah paling bersih, dan ramah karena sjstemnya racyikel,” paparnya usai kegiatan ekspos dengan PT Sintesa Banten Geothermal di Pendopo Bupati, Kota Serang, Rabu, (21/2/18).

Terkait akan dilanjutkan atau tidaknya proyek tersebut Eko menegaskan, masih tahapan, masih disesuaikan dulu.

” Nanti kita sesuaikan dulu tahapan tahapan yang kita lalui, memberikan pemahaman kepada masyarakatkan penting. Karena apa mungking yang tadinya tidak ada proyek, tak Ada keramaian, jadi masyarakat belum terbiasa dan merasa terganggu, belum terbiasa,” tukasnya.

Eko juga menyanggah, bila dibilang tidak ada upaya atau sosialisasi terkait proyek Geotermal panas bumi ke masyarakat.

“Kalau dibilang tidak ada upaya atau sosialisasi ya tidak juga. Kalau ada penolakan dari masayarakat mestinya dari awal awal, tapi jika nanti ada penolakan terus. Kita kan masih berupaya saya sudah ngomong dan kalau masyarakat mau minta penjelasan, siap akan dijelaskan dengan catatan audensi bukan demo. Karena proyek ini terkait perizinan ga ada masalah dan lengkap banget,” paparnya

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Agus Erwana mengaku khawatir penolakan masyarakat terhadap proyek geotermal akan berdampak pada iklim investasi di Kabupaten Serang.

“Kita lihat belum lama ini Mayora dan Danone juga ditolak oleh masyarakat. Sekarang proyek Geotermal juga ditolak. Saya takut investor tidak mau berinvestasi lagi,” ungkapnya.

Agus juga mengatakan,Jika masih ada masyarakat yang menolak proyek ini, pihaknya akan terus melakukan penjelasan dan sosialisasi.

“Kami terus paparkan, istilahnya kita mengerti bersama-sama. Oleh karena itu, kami akan mengundang warga, terutama untuk masyarakat yang masih merasa keberatan,” tukasnya. (faiz).

Exit mobile version