SERANG,(B1) – Ada kejadian menggelikan nan miris saat Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-VIII tingkat Kota Serang, tahun 2018, yang diadakan di halaman Masjid Al-Firdaus, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (14/02/18), malam. Pasalnya, awal pembukaan ramai, namun pas Walikota Chaerul Jaman memberi sambutan, tamu undangan dan peserta, malah meninggalkan lokasi. Akibatnya Walikota kasih sambutan dalam keadaaan bangku kosong.
Kursi-kursi yang disediakan pun nampak lengang. Kursi ini difasilitasi untuk para kafilah yang ikut lomba dan masyarakat Kota Serang. Tetapi, kursi yang berjumlah ratusan ini terlihat sepi.
Asda II sekaligus Ketua MTQ ke-VIII tingkat Kota Serang Poppy Nopriadi mengatakan, kegiatan MTQ 2018 ini sudah berlangsung dengan kegiatan orientasi dewan hakim dan pawai ta’aruf yang diikuti kurang lebih 12.000 peserta pawai.
“MTQ kali ini diikuti 432 peserta di enam kecamatan. Diitambah official dan pendamping. MTQ akan berlangsung dengan sebelas tempat dan sepuluh lomba MTQ,” kata dia saat menyampaikan laporan MTQ ke-VIII tingkat Kota Serang, di Masjid Al-Firdaus, Kota Serang.
Para peserta yang duduk yang ditempat yang disediakan untuk pembukaan MTQ ini satu per satu menyingkir. Padahal, pada 22:31 WIB, Walikota Serang Tubagus Chairul Jaman belum menyampaikan sambutan. Yang terlihat hanya para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di Kota Serang senantiasa duduk menikmati pembukaan MTQ ke-VIII.
Terlihat beberapa peserta tampak tertidur. Ada yang mengobrol dengan sesama rekannya. Ada yang menguap karena tak kuasa menahan kantuk.
Perlahan seiring berjalannya waktu, para pengunjung pun satu-persatu meninggalkan panggung utama MTQ, kursi-kursi yang telah disediakan oleh panitia, perlahan ditinggalkan oleh para pengunjung dan bahkan peserta MTQ pun entah ke mana.
Sementara itu Walikota Srrang Tb.Chaerul Jaman yang kebingungan dengan kejadian yang diluar dugaannya mengatakan,kejadian ini apakah kurangnya sosialisasi atau kurangnya ketertarik dari masyarakat bisa terjadi begini.
” Ya saya tidak tahu inih. Jadi pas saya naik tadi kaget, kok berkurang yang hadir. Awal padahal penuh, tapi jadi kosong begini. Apakah kurang soaialisasi apakah kurang kesadaran masyarakat tentang MTQ” keluhnya.
Terkait hal tersebut Jaman mengaku telah langsung menegur Asda, kenapa hal semacam itu bisa terjadi.
” Ada kekecewaan sedikit yah. Harusnya mereka dengan adanya pagelaran ini ada rasa tanggung jawab bersama, memberikan kesadaran dan pendidikan ke masyarakat agar tertarik. Tapi giliran nonton hiburan dangdut, bisa penuh” ungkapnya. (Faiz).
























