SERANG,(B1) – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Serang berkurang sebanyak 129 KPM menjadi 16.261 KPM dibanding tahun 2017 sebanyak 16.390 KPM.
“Berkurang disebabkan banyak yang data ganda, sudah meninggal, pindah ke daerah lain dan sinkronisasi data dengan pusat,” kata Kepala Penanganan Fakir Miskin (KPFK) Dinas Sosial Kota Serang Agus M Arif DJ ditemui di kantornya,Kamis 8/02/ 2018.
Dalam menentukan penerima BPNT kata Agus, pihaknya menggunakan data milik Badan Pusat Statistik (BPS). Penerima BPNT adalah 25% keluarga termiskin, sesuai dengan kondisi ekonomi daerah.
“Jadi jika ada masyarakat yang berhak menerima tapi belum terdaftar sebagai KPM BPNT, harus mendapat rekomendasi dari Kemensos,” ucapnya.
BPNT itu sendiri, dikatakan Agus, lebih efisien dibandingkan dengan rastra. Sebab dalam BPNT, KPM bebas memilih kualitas beras dan kebutuhan pangan lain yang akan dibeli.
“Dalam pola ini, KPM menerima bantuan Rp110.000 per bulan, yang diperuntukkan membeli kebutuhan pangan tertentu seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula,” ujarnya.
Bahan pangan tersebut, diterangkan Agus dapat diperoleh di e-Warong yang terdiri atas e-Warong KUBE PKH, kios/warung/toko sembako yang telah menjadi agen bank, serta Rumah Pangan Kita yang telah menjadi agen bank.
“Di Kota Serang sendiri kita sudah bekerja sama dengan Bank BNI,” ucapnya.
Sistem yang dipakai dalam penyaluran BPNT ini menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan pangan serta berfungsi sebagai kartu tabungan.
“Dengan sistem ini, BPNT akan langsung disalurkan ke rekening penerima manfaat. Jadi dengan pola BPNT akan lebih tepat sasaran,” pungkasnya. (faiz).
























