SERANG,(B1) – Diperkirakan ribuan masyarakat Provinsi Banten belum menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Menurut Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung, Benjamin Saut mengatakan, dukungan dari Pemerintah daerah dirasa penting guna mensukseskannya. Karena masih banyak warga Banten yang belum ikut menjadi peserta JKN-KIS.
“ Kami harapkan seluruh Pemda dapat mendukung dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 Tahun 2004,” ujarnya di Kantor BPJS Kesehatan, Kota Serang, Selasa (02/1/18).
Saat ini peran Pemerintah Daerah Khususnya dari segi komitmen, mendaftarkan penduduknya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program.
” Dari jumlah penduduk 10.382.590 data Dukcapil, sekitar 8.157.582 jiwa yang telah terdaftar, JKN-KIS. Masih ada sekitar dua ribu masyarakat Banten yang belum terdaftar,” jelasnya.
Kendati demikian Benjamin menilai saat ini peran Pemerintah Daerah sudah sangat baik. Khususnya dari segi komitmen dalam mendaftarkan penduduknya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program.
“Kami harapkan seluruh Pemda dapat lebih lagi mendorong Universal Health Coverage atau UHC didaerah masing masing agar jaminan kesehatan bisa lebih menigkat lagi. ” harapnya
Untuk peserta JKN-KIS di Provinsi Banten sendiri saat ini jika dipresentasikan telah mencapai 79 persen.
”Di Banten kalau kita presentasikan sudah 79 persen kepesertaan. dan Pada 2019 mudah-mudahan bisa mencapai 95 persen,” pungkasnya. (faiz).
