SERANG,(B1) – Tim reserse mobile (Resmob) Polda Banten, tembak gembong perampok spesialis mini market di wilayah Gerem, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Minggu (7/1/2018) dinihari. Pasalnya, saat akan ditangkap lakukan perlawanan.
Sebelumnya, tersangka Ajiji (27), warga Ketapang, Kalianda, Lampung Selatan, nekat membacok polisi saat proses pengembangan.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, penangkapan Ajiji merupakan pengembangan dari empat tersangka lainnya yang terlebih dahulu ditangkap. Residivis jebolan Lapas Serang dalam kasus pencurian motor itu, diketahui bersembunyi di wilayah Kota Cilegon.
“Tersangka berhasil kita ringkus meski sempat berusaha melakukan perlawanan saat disergap di sekitaran simpang tiga Kota Cilegon,” ujar AKBP Sofwan saat berada RS dr Drajat Prawiranegara, Serang.
Sesuai pengakuan, Tim Resmob selanjutnya membawa tersangka untuk mengambil alat bukti senjata tajam yang digunakan merampok mini market Alfamart. Setiba di daerah Gerem, tersangka menunjukkan deretan gubug-gubug yang biasa dijadikan warung remang-remang yang diakui tempat menyimpan senjata tajam.
“Petugas kemudian membawa tersangka ke satu gubug untuk mengambil golok. Bukannya menyerahkan, tersangka malah menyabetkan golok dan mengenai pangkal lengan kiri Briptu Endra Gunawan,” ungkapnya.
Melihat anggotanya terluka dan tersangka melarikan diri, petugas segera melakukan pengejaran. Beberapa kali tembakan peringatan dilepas, namun gembong perampok ini tak menghiraukan. Karena tak mau menyerah, petugas terpaksa mengarahkan tembakannya ke arah tubuh tersangka. Tersangka akhirnya tersungkur setelah timah panas menembus bagian dada dan perut.
“Tersangka langsung kita larikan ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan namun tidak berhasil diselamatkan. Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan,” ujar Sofwan.
Dikatakan Sofwan, tersangka yang merupakan Kelompok Merak ini, diketahui beberapa kali melakukan aksi perampok di sejumlah mini market. Dan pihak kepolisian masih memburu empat pelaku yang masih DPO.
“Dalam aksinya kelompok ini bersenjata sajam, untuk mengancam korbannya,” tukasnya. (faiz).
























