TANGERANG, (B1) – Tahapan pilkada Walikota dan Wakil Walikota Tangerang terus berjalan sesuai agenda. Demi terselenggaranya pilkada yang jujur, adil dan mandiri, Panwaslu Kota Tangerang adakan Rapat koordinasi penanganan pelanggaran pilkada 2018, di Days Hotel Neglasari, Kota Tangerang, Selasa, (30/1/18).
Rapat setidaknya dihadiri 50 pengawas pemilu yang merupakan komisioner panwas kecamatan se Kota Tangerang juga staff. Kegiatan diharapkan dapat mematangkan pola penanganan para Panwascam agar bisa lebih mahir lagi dalam menangani dugaan pelanggaran pilkada yang terjadi di wilayahnya masing-masing.
Komisioner Panwaslu Kota Tangerang Herry Handani mengungkapkan, Panwascam harus berani menerima setiap laporan yang masuk di tingkat kecamatan.
“Mereka harus pede. Nah biar pede ya kita bekali ilmunya dulu baik itu berupa temuan maupun laporan dari masyarakat dan peserta pemilihan”, ujarnya.
Herry menambahkan bahwa kegiatan ini akan berkelanjutan sampai para panwascam benar-benar matang dan mampu memproses, menelaah, dan menginvestigasi laporan dan temuan.
“Kalau memang memenuhi unsur, wajib di proses laporan dan temuannya. Setelah ini juga kita akan buat kegiatan anev (analisis dan evaluasi -red), lain hari, pokoknya kita mau semua Panwascam bekerja maksimal. Jadi tugas kita di kota juga lebih mudah”, bebernya.
Untuk diketahui, sebelumnya sudah ada temuan pelanggaran administratif yang diproses di Panwascam Batu Ceper. Dimana PPS dan PPDP mendapat peringatan keras. (pud/les).
