CILEGON, (B1) – Aula Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon pada Kamis 4 Desember 2018 dini hari ludes dilalap si jago merah.
Kebakaran aula yang terjadi sekira pukul 3.45 WIB tersebut diduga terjadi akibat adanya hubungan listrik arus pendek (konsleting).
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran Ipan Zaenudin.
“Kejadian (kebakaran) terjadi sekitar pukul 3.45 WIB. Unit pemadam tiba pukul 3.52 WIB, dan diterjunkan sekitar 3 unit mobil pemadam kebakaran. Kondisi gedung habis terbakar,” kata Ipan melalui pesan singkat.
Ipan menjelaskan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Karena kondisi malam dan hanya ada dua penjaga, jadi tidak ada korban jiwa. Dari kejadian tersebut kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Atap dan semua isi didalam gedung ludes terbakar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Kota Cilegon Muchtar Gozali yang dihubungi melalui telepon mengungkapkan, saat diketahui oleh penjaga malam api sudah membesar dan tidak bisa dilakukan pencegahan.
Bahkan alat pemadam api ringan (Apar) juga tidak mampu memadamkan api yang sudah membesar.
“Ada dua penjaga malam yang mengetahui kebakaran dan langsung menghubungi Kepala Sub Bagian Umum (Suhanda), setelah itu langsung menghubungi petugas Damkar,” ungkapnya.
Muhtar juga menjelaskan, untuk alat pemadam di kantor Dindik sendiri hanya tersedia 3 buah Apar saja, sementara springkel atau intalasi air pemadam tidak tersedia.
“Ada 3 buah Apar yang digunakan. Namun istalasi air pemadam memang digedung ini tidak ada, sehinga api cepat membesar. Sekarang kondisi aula hampir seluruhnya terbakar,” ungkapnya. (Baehaqi Rizal).
























