SERANG,(B1) – Kenaikan harga beras Di Kota Seeing, Banter, kini pada kisaran 40 hingga 50 persen. Akibatnya masyarakat keluhkan kondisi tersebut.
Kenaikan hampir terjadi disemua merk dan kwalitas beras. Salah satu pedagang beras di kelurahan Cimuncang mengatakan, hampir semua jenis dan merk beras alami kenaikan harga.
“Ya ada, dari sananya udah naik. Ukuran karung 5 kilo biasanya Rp53-Rp55 ribu sekarang jadi Rp75-Rl80 ribu,” bebernya.
Iis,(42), ibu rumah tangga ditemui di Pasar Lama Kota Serang mengeluhkan naiknya harga beras.
“Biasanya kita beli di kisaran Rp230/20 kilo. Sekarang jadi Rp310- Rp330 rubu, naiknya tinggi banget,” akunya.
Sementara pedagang warung nasi di lingkungan Benggala, Warno mengeluhkan kenaikan harga beras yang begitu signifikan.
“Kalau harga beras bukan naik lagi mas, tapi harga baru kayanya. Lah wong biasa kita beli Rl220/20 kilo sekarang jadi Rl330/20 kilonya,” keluh Warno yang mengaku ada penurunan omset yang lumayan besar lantaran kenaikan harga beras.
Terpisah, kepala Bulog Subdivre Serang Pansuri Perbasrari ditemui diruangannnya mengatakan, ada banyak faktor yang jadi penyebab naiknya harga beras di pasaran. Selain belum datang masa panen, juga belum berjalannya peogram Rasta.
“Saat ini masih masa bercocok tanam, program Rasta belum berjalan. Kita sementara coba lakukan operasi pasar guna menstabilan harga beras. Karena kita lihat ada permintaan meningkat, akibatnya harga tidak stabil,” jelasnya. (faiz).
























