Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

Bulog Subdivre Serang, Sudah Komunikasi Ke Distan Banten Soal Beras

×

Bulog Subdivre Serang, Sudah Komunikasi Ke Distan Banten Soal Beras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG,(B1) – Menanggapi klaim kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, bahwa Bulog, belum melakukan pembelian gabah dan beras dari petani, dibantah Kabulog Serang. Bulog sudah melakukan komunikasi ke Dinas Pertanian Banten.

Example 300x600

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Serang, Fansuri menjelaskan, bulog bukan tidak mau membeli gabah atau beras dari petani, namun saat ini pihaknya terhalang oleh Impres nomor 5 tahun 2015.

Dijelaskan, ketentuan pembelian gabah beras dalam negeri adalah, harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25% dan kadar ham/kotoran maksimum 10% adalah Rp 3.700 per kilogram di petani, atau Rp 3.750 per kilogram di penggilingan.

Selanjutnya, harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14% dan kadar ham/kotoran maksimum 3% adalah Rp 4.600 per kilogram di penggilingan, atau Rp 4.650 per kilogram di gudang Perum Bulog dan harga pembelian Beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 20%, kadar menir maksimun 2%, dan derajat sosoh minimum 95% adalah Rp 7.300 per kilogram di gudang Perum Bulog.

“Bukanya kami tidak may beli, tapi kami terhalang oleh Impres nomor 5 tahun 2015. Kan di petani juga mahal lebih dari Rp5000. Kalau kita sesuai peraturan mana mau petani mau jual ke kita. Kami kan tidak bisa memaksa petani buat jual ke kita. Kita hanya sodorkan beras nanti pusat yang bayar, kita di sini tidak memegang anggaran,” ungkapnya di kantornya, jalan Raya Serang-Cilegon, linkungan Legok Kota Serang.

Untuk memastikan sampai kapan harga beras di Kota Serang naik, selain melakukan operasi pasar, pihaknya sudah melakukan pengecekan di setiap wilayah di Kota Serang yang banyak pesawahan potensi akan panen raya.

“Saya sudah muter ke daerah Kasemen Pontang dan Tanara, banyak yang masih ijo belum saatnya panen semua. Sepanjang saya melihat sekitar hamparan 25 hektar, yang panen hanya 5 hektar, ada yang panen tidak menyeluruh,” ungkapnya.

Ia menjelaskan mengenai Impres nomor 5 tahun 2015, impres tersebut adalah upaya pemerintah pusat, berguna untuk menghindari anzloknya harga beras di tingkat petani.

“Di batasi impres dari harga itu. Untuk menjaga harga gabah kepetani tidak jatuh saat panen raya jadi seandainya tidak panen raya, harga anzlok ke harga Rp2500 perkilo ya kita siap menampung seharga impres tadi lumayan lebih mahal melindungi petani,” katanya.

Terkait pernyataan Agus M Tauchid S, Ia tegaskan,  Bulog Subdivre Serang sudah melakukan komunikasi, namun tidak ada jawaban.

“Saya sudah WA beliau (Agus dinas pertanian Banten,red) saya jelaskan, tapi tidak dibalas,” ucap Fansuri.

Dikatakan, beberapa hari terakhir Bulog Subdivre Serang gencar melakukan operasi pasar untuk menekan dan menurunkam harga beras. Diketahui beras medium naik menjadi Rp11.000 perkilo, yang harga sebelumnya Rp9.000 rupiah. Sedangkan, beras kualitas rendah naik menjadi Rp10.000 perkilo, harga sebelumnya hanya Rp8.000.

“Operasi pasar sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya. Sub tiga cuma tiga yakni Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang. Lokal kita saat kita sudah distribusikan 1500 ton. Masih 1000 ton lebih beras yang akan didistribusikan dan itu sampai bulai Maret, sesuai instruksi Kemendag,” pungkasnya. (faiz).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post