CILEGON, (B1) – Tourist Information Center (TIC) merupakan salah satu elemen penting dalam industri pariwisata. Perannya sangat penting karena menjadi lini depan serta memberikan
kontribusi yang signifikan dalam sistem rantai pemasaran dan distribusi informasi.
Secara tradisional, TIC bisa berupa ruangan/outlet-outlet yang menyediakan alat promosi/informasi yang didukung staf yang bertugas memberikan penjelasan, baik berupa informasi, data atau hal- hal yang terkait dengan pariwisata di suatu tempat.
Tren yang berkembang saat ini telah merubah peran dan fungsi TIC, tidak saja hanya sebagai outlet untuk pendistribusian brosur pariwisata dan informasi bagi wisatawan, namun mengarah pada fungsi TIC sebagai tempat orientasi bagi pengunjung (wisatawan), guna mengetahui mengenai sejarah, seni dan budaya, bahkan industri-industri potensial yang terdapat di suatu daerah.
Dengan kata lain, TIC saat ini mulai menjelma menjadi showcase dan pusat interpretasi suatu daerah.
Namun, pentingnya keberadaan TIC untuk dapat mendorong dan mengembangkan potensi pariwisata di Kota Cilegon hingga saat ini masih belum tersedia sehingga banyak wisatawan yang ketika datang ke Cilegon bingung mengenai tempat wisata yang bisa dikunjungi.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai jasa usaha kepariwisataan di Aula DPRD Kota Cilegon, Senin (11/12/2017).
“Masukkan kami cukup banyak untuk raperda. Diantaranya, Parbud harus buat pusat media (informasi,red) pariwisata. Sehingga orang yang berkunjung ke obyek wisata cilegon tidak bingung. Jangankan orang luar, saya sendiri asli orang cilegon sampai saat ini belum tahu, dimana pusat media center pariwisata cilegon,” kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Cilegon, Ismatullah.
Ia mengaku, pernah membawa warga luar Cilegon ke salah satu bukit untuk melihat pemandangan Kota Cilegon, dengan alasan selama ini tempat wisata yang ada di Kota Cilegon belum banyak dikenali.
“Seharusnya OPD terkait membuat brosur pengenalan wisata di kota cilegon. Kalaupun saya browsing di daring, tidak banyak yang saya temukan. Kami berharap masukkan ini bisa dimasukkan dalam raperda atau Perda yang akan disahkan, sehingga membuat pengunjung tidak bingung,” ujarnya.
Sementara itu, Kadisparbud Heri Mardiana berjanji akan menindak lanjuti hal tersebut. Bahkan bila perlu, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak.
“Ini masukkan yang bagus buat kami sekaligus untuk mempromosikan wisata. Kami juga akan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait agar potensi wisata dikota cilegon bisa dikenal,” ungkapnya.
Hadir pada RDP tersebut, Ketua PCNU Kota Cilegon Hifdullah, Ketua Muhammadiyah Cilegon Arief Purnomo, PMII Cilegon, perwakilan GP ANSOR, anggota DPRD, dan Pansus Usaha Kepariwisataan. (Baehaqi Rizal).
























