SERANG,(B1) – Pedagang terompet Di Kota Serang, Banten, mengakui sepi pembeli. Padahal pergantian tahun dari 2017 ke 2018, sedianya akan terjadi nanti malam, Minggu, (31/12/17).
Jupriah, (53), mengaku sepi sudah dua tahun terakhir. Lada perayaan tahun baru 2016-2017 pun mengalami hal yang sama.
” sepi,tahun kemaren juga sepi. Pokoknya sudah dua tahun ini sepi ajah. Waktu 2015 tuh mendingan rada ramai, sekarang mah boro boro,” akunya emui di alun alun Kota Serang, Minggu 31/12/2017.
Katanya, omset rata rata hanya Rl100ribu sampai 150ribu perhari, sangat jauh berbeda dibanding dua tahun lalu.
” ya kalo penghasilan mah kadang seratus kadang seratus lima puluh. Kal harga laling murah Rp15ribu, paling mahal cuman Rp25ribu” jelasnya.
Sementara Jahroh (33) warga kasemen Kota Serang yang menjual dagangan trompetnya di daerah pasar lama Kota Serang juga mengeluhkan hal yang sama.
” tau nih kang masih sepi. Dari kemaren paling satu dua aja sehari lakunya,” ucapnya.
Selain dari tempat berdagang nya yang tidak bisa tetap, minat masyarakat juga menjadi hal yang banyak mempengaruhi turunnya tingkat penjualan.
“Iyah udah sepi begini, dagangnya juga ga bisa tetap sekarang, pindah pindah terus, diusirin ga boleh di pinggir jalan. Mudah-mudahan aja nanti malam rada mendingan,” keluhnya. (Faiz).
