CILEGON, (B1) – Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Kota Cilegon, Juhadi M Syukur mengunjungi Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Pengelolaan Radio Mandiri FM, Jum’at (22/12/2017).
Adapun maksud dari kedatangan Kadis Pol PP ini, ingin mengetahui kondisi radio milik Pemda Kota Cilegon dan ingin melakukan kerjasama dalam penyampaian informasi terhadap masyarakat.
Dalam bincang-bincangnya, antara Kepala Dinas dengan crew Radio Mandiri FM, Kepala Dinas Pol PP menyampaikan, Dinas Pol PP adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tentu memiliki kegiatan yang harus disampaikan, terhadap masyarakat, apalagi mengenai peraturan daerah (Perda), perlu adanya sosialisasi.
“Agar masyarakat mengetahui informasi terutama mengenai tentang Perda yang harus diketahui oleh masyarakat,” katanya.
Selain sebagai Dinas Pol PP, Juhadi M Syukur juga sebagai Plt Camat Pulomerak juga menceritakan, banyak kegiatan di Kecamatannya, terutama berkaitan dengan pembangunan yang berbasis lingkungan.
“Selain Kepala Dinas Pol PP, saya juga menjabat Plt Camat, nah di Kecamatan juga banyak kegiatan yang harus diinformasikan terhadap masyarakat, agar masyarakat tahu pembangunan yanhg telah dan akan dilaksanakan, maka perlu adanya komunikasi dengan Radio Mandiri,” tuturnya.
Dalam perbincangan ini juga, Kepala Dinas Pol PP memberikan saran dan masukan kepada radio mandiri fm.
Adapun salah satu saran yang diungkapkan Kasatpol PP adalah mengenai program islami setelah subuh.
“Pada intinya, program yang disajikan Radio Mandiri sudah bagus, ini hanya masukan yah, kalau saya habis shalat subuh suka chek radio mandiri, saya berharap ada program islami setelah subuh, ngaji misalnya gitu,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya, Juhadi juga menceritakan mengenai kegiatan razia gabungan yang baru saja dilakukannya bekerjasama dengan BNN Kota Cilegon.
Dalam razia tersebut, petugas mendapati tiga orang yang sedang berpesta komix (obat batuk), yang terdiri dari dua orang laki-laki dan satu orang perempuan, dengan kondisi si perempuan yang sudah teler di Wilayah Bendungan.
“Razia kali ini kita belum mendapatkan pengguna ataupun pengedar Narkotika. Tetapi kita mendapati tiga orang sedang berpesta Komix yang saat ini sedang tren di kalangan anak muda,” ujar Kasubig Bagian Penanganan Konflik Yoyo Mufasir mendampingi Kasatpol PP.
Ia melanjutkan, saat di minta Keterangan Tempat Tinggal (KTP) pengguna mengatakan, bahwa dirinya tidak membawa KTP ataupun tanda pengenal lainnya, dan saat tes urin ke tiga orang tersebut juga tidak bisa mengeluarkan urine nya.
“Kami sudah bawa mereka ke Rumdin (Rumah Dinas) sudah kami mintai keterangan untuk di data yang selanjutnya akan dilakukan pembinaan dan diserahkan ke BNN,” jelasnya. (Aida Kamia).
























