CILEGON, (B1) – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon membentuk sembilan kampung KB yang tersebar di beberapa wilayah Kelurahan di Kota Cilegon.
Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, pembentukan kampung KB tersebut merupakan program dari pemerintah pusat sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kalau program P2WKSS itu lingkupnya satu kelurahan, tetapi kampung KB ini hanya satu RW saja, ini lebih memudahkan dalam melaksanakan pembinaan-pembinaan,” kata Heni saat Talkshow di Radio Mandiri FM, Rabu (20/12/2017).
Menurutnya, ada beberapa indikator dalam menentukan sebuah wilayah itu di pilih sebagai kampung KB.
Dimana salah satunya ditentukan dengan melihat angka peningkatan partisipasi aseptor KB warganya masih rendah atau tidak.
“Yang utamanya partisipasi warganya dibandingkan kampung lainnya paling rendah peningkatan partisipasi sebagai aseptor KB, karena mereka susah untuk di ajak ber KB,” terangnya.
Heni menambahkan, dalam program kampung KB tidak hanya pelayanan KB saja, tetapi pengembangan Posyandu dan ketahanan keluarga.
“Kampung KB ini sudah ada kita pasang gerbang kampung KB. Untuk tahun 2017 ini memang baru pengenalan secara fisik saja, ke depan kegiatannya akan lebih kita maksimalkan,” tambah Heni. (Aida Kamia).
























