TANGERANG, (B1) – Persoalan transportasi dan kemacetan merupakan masalah klasik yang dihadapi kota-kota besar, tak terkecuali Kota Tangerang. Guna mengatasi hal itu, Pemkot Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) pada Desember 2016 lalu, membuat terobosan dengan meluncurkan moda transportasi massal yaitu Bus Rapid Transit (BRT).
Seiring waktu, moda transportasi ini dapat sambutan baik dari warga, sehingga pemerintah setempat memutuskan untuk memperpanjang rute Koridor I.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tangerang, Saeful Rohman mengatakan, bahwa sejak diluncurkan akhir 2016 lalu, jumlah pengguna BRT terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat, pada awal Januari 2017, pengguna BRT hanya sekitar 3.000 penumpang per hari. Hingga akhir Desember 2017 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 34.000 penumpang lebih.
“Peningkatan jumlah pengguna BRT ini kami (Dishub, red) respon dengan cepat. Salah satunya yaitu dengan memperpanjang rute Koridor I,” ujar Kadishub.
Dijelaskan Syaiful, rute koridor I yang semula dari Poris Plawad – Jatiuwung, saat ini di perpanjang hingga ke Jatake. Keputusan untuk memperpanjang rute ini, sudah melalui kajian dan melihat animo serta respon positif dan alam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kota Tangerang.
“Saya berharap keberadaan BRT ini bisa menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di Kota Tangerang,” tandasnya.
Masih kata Saeful, terkait tarif BRT, pihaknya mengutarakan bahwa hingga akhir 2017 ini, masyarakat yang menggunakan moda transportasi massal ini tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Untuk tarif sendiri terbilang cukup murah dan terjangkau, terutama bagi kalangan pelajar.
“Awal 2018 mendatang kami akan kenakan tarif sebesar dua ribu rupiah per penumpang. Saya nilai tarif itu dapat menjangkau semua kalangan dan diharapkan mampu memicu masyarakat untuk beralih untuk menggunakan moda transportasi ini,” kata Syaeful.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peningkatan jumlah penumpang ini dipicu karena nyamannya fasilitas BRT serta aman dan tepat waktu dengan durasi waktu 12 hingga 15 menit.
“Tahun ini rute diperpanjang, yang semula sampai Jatiuwung, kami perpanjang sampai Jatake dengan jumlah transportasi 10 armada. Dan ini akan terealisasi selambat-lambatnya pada akhir tahun 2017 ini,” tambahnya.
Selain itu lanjut Saeful, guna meningkatkan fasilitas di dalam BRT, Dishub Kota Tangerang akan menjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan, Dinas Kominfo dan lainnya dalam hal penyediaan buku bacaan didalam BRT.
“Kita akan jalin kerjasama dengan dinas-dinas terkait untuk menyediakan buku bacaan didalam BRT, agar penumpang bisa dengan nyaman mendapatkan informasi seputar Kota Tangerang di dalam BRT,” paparnya.
Untuk diketahui, pada Januari 2018 mendatang, Bus Rapid Transit (BRT) koridor 2 (dua) dengan rute Perumnas-Poris Plawad akan mulai beroperasi, semoga masyarakat Kota Tangerang bisa memanfaatkan atau menggunakan BRT yang telah di operasikan selama ini. (ADV)
























