SERANG, (B1) – Cuaca ekstrem mirip badai Dahlia mulai menghampiri Banten. Sejumlah wilayah di Banten dilanda hujan deras dan angin kencang sejak pagi pukul 06:00 WIB hingga malam hari pukul 22:00 WIB.
Akibatnya beberapa wilayah mengalami banjir dan mengakibatkan beberapa pohon dan tiang penunjuk jalan tumbang menutupi jalan.
Seperti yang terpantau di daerah Serang mulai dari Jalan Raya Ahmad Yani, Cipocok jaya, Trowongan Trondol, Jalan pasar Rau, Jalan Cipocok Jaya, Jalan Pakupatan dan Jalan Ciracas terendam banjir.
Bahkan salah satu tiang penunjuk arah yang berada tak jauh dari lampu merah Kebon Jahe roboh dan menutupi jalan.
Di Kota Cilegon sendiri beberapa pohon terlihat tumbang ke jalan seperti pinggir Jalan Raya samping Makam Ngabei yang berdekatan dengan Masjid Agung Nurul Ikhlas Cilegon dan di Jalan Temu Putih, yang terlihat mengenai kabel listrik sehingga mengakibatkan beberapa wilayah harus mengalami pemadaman listrik akibat hal tersebut.
Bencana puting beliung juga terjadi di Kota Cilegon tepatnya di Kelurahan Begendung, Kecamatan Cilegon.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Rasmi Widyani mengabarkan, beberapa rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Rasmi mengaku mendapatkan informasi sekitar pukul 14.45 WIB saat hujan lebat dan angin kencang melanda Kota Cilegon.
“Tim reaksi cepat dari BPBD sudah menuju lokasi melihat kondisi kerusakan puting beliung,” terangnya melalui sambungan telepon.
Bahkan akibat cuaca ekstrem yang melanda, pihak Indonesia Ferry (Persero) Merak memutuskan untuk melakukan penutupan sementara terhadap layanan penyeberangan di lintasan Merak – Bakauheni menyusul kondisi cuaca yang sangat ekstrem yang terjadi Kamis (30/11/2017) sore, terhitung sejak pukul 17:45 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan sementara layanan tersebut merupakan keputusan Rapat koordinasi antara PT ASDP, Gapasdap, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Banten, dan KSOP Merak.
“Kami memohon pengertian kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni, karena cuaca di Merak sangat extrem dimana tinggi sudah gelombang mencapai 5 meter dan kecepatan angin diatas 45 knot sehingga layanan ditutup sementara,” tutur PLT Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Intan Sugiharti melalui rilis yang diterima Bantensatu.
GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Fahmi Alweni mengatakan, PT ASDP sangat memprioritaskan keselamatan dan keamanan para pengguna jasa yang akan menyeberang.
“Cuaca sangat ekstrem, jadi layanan terpaksa kami tutup sementara. Kepada seluruh penumpang yang sudah berada di lingkungan pelabuhan maupun yang masih dalam perjalanan diimbau bersabar. Kami akan menunggu sampai kondisi cuaca benar-benar aman bagi pelayaran,” tuturnya.
PT ASDP juga terus berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini. “Kami memohon pengertian dari pengguna jasa. Hal ini menyangkut keselamatan pelayaran. Lebih baik tidak berangkat, daripada tidak pernah sampai sama sekali,” tuturnya.
Sementara itu di daerah Pandeglang musibah banjir dan angin kencang yang merobohkan pemukiman atau rumah warga sudah terjadi sejak, Rabu (29/11/2017).
Di Kampung Jaha, Desa Labuan sebuah kubah Masjid yang sedang dalam renovasi pun terbang bergeser tertiup angin beberapa meter dari posisi semula dan menjadi korban ekstreme nya cuaca di Banten hari ini.
Berdasarkan info dari BMKG Banten, badai tropis ‘Cempaka’ yang saat ini mulai meninggalkan wilayah Jawa terlihat bergeser mendekati wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta dan dinamakan badai siklon ‘Dahlia’.
Adapun dampak yang ditimbulkan dari badai Dahlia tersebut antara lain, hujan sedang sampai deras terus menerus disertai angin kencang dengan kecepatan 20 sampai 40 knot (terutama saat badai melintas daerah terdampak), dimana pada kecepatan normal hanya akan mencapai 5 knot.
Selain itu, akibat badai tersebut, gelombang sepanjang pantai selatan diperkirakan akan meninggi, sekitar 2 sampai 4 meter.
Untuk itu pihak BMKG menghimbau masyarakat agar tenang, tidak panik dan waspada pada saat badai tersebut melintas (kemungkinan besar akan terjadi puting beliung).
Tidak keluar rumah apabila tidak benar-benar penting, hindari berlindung di bawah pohon, bangunan semi permanen atau baliho, sediakan di rumah obat-obatan pribadi, makanan ringan, korek api, lilin, power bank dan lain-lain untuk berjaga apabila listrik padam.
Mencari informasi yang valid tentang kondisi cuaca terkini, tidak terpancing pada informasi atau isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. (Baehaqi Rizal/lease).
