SERANG,(B1) – Warga keluhkan Sungai Warung Jaud yang airnya menghitam dan berbau. Pencemaran sungai itu diduga karena limbah rumah tangga dari Perumahan Lebak Indah.
Sungai yang berada di Kampung Sakdiah, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang terlihat menjijikan. Sepanjang aliran sungai banyak tanaman liar seperti eceng gondok. Air hitam itu pun menimbulkan jejak busa di permukaan sungai.
Marsaud (39), Warga Warung Jaud mengeluhkan kondisi sungai tersebut. Pasalnya, menghitamnya air sungai sudah dialami bertahun-tahun.
“Menghitamnya sejak ada perumahan aja. Itu limbah rumah tangga, sama limbah Pasar Rau dibuang kesini (sungai-red) semua,” kata dia, saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (7/11/17).
Sebelum menghitam dan berbau beberapa tahun lalu, sungai tersebut biasa digunakan warga mencuci pakaian, piring, beras dan mandi. Ia memperkirakan menghitamnya sungai sudah sepuluh tahun.
“Sekarang airnya juga bikin gatel-gatel. Banyak nyamuk. Baunya nyengat,” akunya.
Hasanah (39), Warga Warung Jaud mengeluhkan hal sama. Selama ini, sungai yang berada di Jalan Warung Jaud tersebut persis seperti air comberan. Itu disebabkan karena banyak sampah yang dibuang ke sungai.
Setahun lalu, dikatakan Ibu penjual sembako ini, pernah dibersihkan dengan alat pengeruk. Namun, kondisinya tetap tidak berubah.
“Pengennya dibersihkan, pengen dibangun, ditembok. Sampah jangan dibuang dikali biar bersih. Apalagi disini suka langgananx banjir,” harapnya.
sementara kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang H. Syafrudin melalui telepon sekulernya mengatakan, terkait masalah sungai itu belum ada laporan dari masyarakat,” belum ada laporan dari masyarakat sekitar mengenai itu” ujarnya.
namun safrudin meyakinkan untuk hal tersebut dirinya akan melakukan cross cek langung nanti.” ya nanti kamis depan coba kita cek ke lokasi,” janjinya.
























