TIGARAKSA (B1) – Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Siti Masrifah mengimbau kelompok remaja di Kabupaten Tangerang untuk bijak dalam menggunakan internet dan sosial media. Karena menurutnya, kemudahan dan kebebasan mengakses informasi dijaman digital ini harus dibarengi dengan kesadaran serta tanggungjawab.
Masrifah mengatakan hal itu kepada awak media usai menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif 2017 yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/11/17).
“Jumlah remaja di Kabupaten Tangerang sekitar 900 ribu jiwa, saya yakin mereka rata-rata familiar dengan internet dan media sosial,” ujarnya.
Politisi perempuan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan pentingnya setiap orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anaknya terkait internet dan media sosial, agar setiap anak memiliki bekal pengetahuan yang cukup saat berselancar di dunia.
“Setiap orang tua harus peka dengan perkembangan dunia digital, anak-anak dan remaja harus diberikan pendidikan berinternet dan media sosial secara aman dan sehat sejak dini,” tambahnya.
Ia menekankan hal itu, karena menurutnya tidak bisa dipungkiri setiap remaja di Indonesia terutama remaja di Tangerang sudah akrab dengan dunia maya. Fenomena ini didorong pula oleh banjir produk telepon seluler pintar (smartpohone), sehingga setiap remaja dipastikan memiliki akun media sosial seperti Facebook dan Instagram.
“Beragam konten di internet mudah diakses, termasuk konten kekerasan dan pornografi. Ini yang harus diwaspadai para orang tua, agar anak tidak terpapar pengaruh negatif internet,” terangnya.
Ia juga merasa prihatin dengan fenomena yang berkembang saat ini. Tak sedikit orang dewasa dan remaja yang terjebak candu media sosial sehingga pola komunikasi dalam keluarga pun bergeser dari pola komunikasi langsung ke komunikasi melalui media sosial.
Padahal, kata Masrifah, untuk menjaga ketahanan keluarga, hal yang sangat penting adalah menjaga kehangatan komunikasi di dalam keluarga.
“Sebaiknya saat dirumah batasi penggunaan internet dan media sosial, gunakan seperlunya saja, sehingga perhatian orang tua terhadap anak tidak berkurang,” jelasnya.
Dengan demikian, ia berharap selain memberikan keteladanan, setiap orang tua juga tetap bisa mengarahkan anak-anaknya untuk menggunakan internet dan media sosial secara bijak.
“Kita berharap remaja kita sadar internet dan media sosial, artinya internet dan media sosial hanya digunakan untuk hal-hal baik dan bermanfaat positif saja,” tukasnya. (pudin).
