Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
SENI BUDAYAUncategorized

Pemuda Pancasila Kota Cilegon, Gelar Festival Film

×

Pemuda Pancasila Kota Cilegon, Gelar Festival Film

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

CILEGON, (B1) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Pancasila ke 58, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Cilegon menggelar agenda ‘Festival Film Geger Cilegon’.
Agenda yang juga dilaksanakan untuk memperingati Hari Pahlawan dan Hari Guru tersebut diikuti oleh sebanyak 23 peserta.

Example 300x600

Setelah melalui proses penyeleksian, dari 23 peserta yang ada, diambil sebanyak 11 nominasi dalam acara Grand Final Festival Film Pendek Geger Cilegon 1888 yang ditayangkan di studio 1 XXI Kota Cilegon, Rabu (29/11/2017).

Ketua MPC PP Kota Cilegon sekaligus Ketua Penyelenggara Helldy Agustian yang juga merupakan keturunan Syekh Arsyad Thawil salah satu pejuang dalam peristiwa Geger Cilegon 1888 mengatakan, perjuangan Geger Cilegon merupakan perjuangan bersama masyarakat Cilegon dalam melawan penjajahan yang dilakukan oleh kolonial belanda.

“Perjuangan Geger Cilegon dilalukan oleh semua pihak dari berbagai lapisan masyarakat. Para ulama, pendekar, hingga masyarakat biasa dan para petani semua terlibat dalam peristiwa bersejarah ini. Acara yang dilaksanakan dalam rangka HUT Pemuda Pancasila ke-58 ini, juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Pahlawan dan Hari Guru Nasional. Dimana para guru juga merupakan Pahlawan yang telah mendidik dan mengajarkan banyak hal kepada kita dan mereka disebut sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa. Untuk itu para guru juga sengaja kita undang agar bisa mengajarkan sejarah yang ada kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam mengangkat sejarah yang ada di Kota Cilegon harus mendapatkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak, khususnya Pemerintahan dalam hal ini Pemkot Cilegon.

“Selama ini respon pemerintah ada namun tidak cukup maksimal. Misalnya saja keberadaan makam Ki Wasyid saat ini kurang mendapatkan perhatian dimana seharusnya keberadaannya bisa lebih diperhatikan sebagai sebuah bentuk penghargaan kepada sosok pejuang Geger Cilegon 1888. Di Manado saja orang sana tau semua tentang peristiwa Geger Cilegon. Sampai-sampai nama Syekh Arsyad Thawil dijadikan nama sebuah masjid. Sementara di Cilegon sendiri masih banyak yang belum mengetahui bahwasanya Cilegon punya segudang ulama, segudang santri dan para pejuang yang diasingkan akibat perlawanannya pada peristiwa Geger Cilegon, dan dalam pengasingannya memiliki peran besar atau turut serta dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa ini,” jelasnya.

Untuk diketahui selain nama-nama seperti Ki Wasyid, Kyai Marjuki, TB Ismail, dan Syekh Arsyad Thawil, masih banyak nama-nama lain yang tercatat dalam berbagai sumber dalam peristiwa perlawanan Geger Cilegon 1888.

Di tempat yang sama, salah satu Dewan Juri Relita Mahdayani memaparkan, geliat perkembangan film di Kota Cilegon sudah cukup bagus.
Hal tersebut dapat terlihat dari hasil film yang ditayangkan oleh 11 nominasi peserta yang sudah ikut seleksi.
Hanya saja, kata Relita, dari kesemuanya masih banyak pembenahan-pembenahan yang harus dilakukan agar hasil karya pemuda-pemuda kreatif di Kota Cilegon bisa lebih baik lagi.

Selain Relita, juri lain yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Sonny Pudjisasono (Ketua Persatuan Film Keliling Indonesia), dan Mufti Ali yang merupakan Sejarawan Banten.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Banten Firdaus, Ketua MPW PP Banten Johan Arifin Muba, H. Tuti (Keturunan Ki Ahya), Kepala Bidang Budaya pada Disparbud Kota Cilegon Tini Suswatini, Tokoh Masyarakat Cilegon KH. Hambassy, dan sejumlah tokoh lainnya.

Kepala Bidang Budaya Disparbud Kota Cilegon Tini Suswatini menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh MPC PP Kota Cilegon dengan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian, diantaranya mengenai jenis film yang dilombakan antara fiksi ataukah dokumenter, kualitas gambar para peserta yang menurutnya juga harus dijadikan pertimbangan dalam proses penilaian yang dilakukan dan translate atau terjemahan dari dialog yang digunakan.

Adapun dalam festival kali ini, Juara 1 berhasil diraih oleh Lembedang Production dengan judul film ‘Keris Pedok Emas’, Juara 2 diraih komunitas film B’ Production dengan judul ‘Jeruji Sang Pahlawan’ dan Juara 3 berhasil diraih oleh adik-adik dari SMAN 2 KS dengan judul film ‘The Untold Story 1888’. (Baehaqi Rizal).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post