SERANG, (B1) – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan segera menutup Kantor Gojek Wilayah Serang. Hal itu karena pihak perusahaan ojek online tersebut tidak memenuhi panggilan Pemkot Serang untuk bermusyawarah dengan Ojek Pangkalan (Opang).
Penutupan perusahaan yang mulai beroperasi sejak awal 2017 itu disampaikan langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Tb Urip Henus, usai menemui ratusan Opang di halaman Pemkot Serang di KSB Kemang Kota Serang, Senin (13/11/17).
Ia mengatakan, beberapa kali pihaknya meminta pihak Gojek untuk hadir pada pertemuan antara Pemkot dan Opang. Menurutnya, sampai saat ini tidak ada respon dari Gojek untuk melakukan musyawarah secara terbuka.
“Atas dasar itu pemerintah akan menutup Gojek sampai mereka duduk bareng dengan Opang, nannti apa kesepakatannya yu kita duduk bersama-sama,” ujarnya.
Pihaknya segera melayangkan surat penutupan kantor Gojek di Warung Pojok Kota Serang. Jika setelah ditutup sementara tidak ada respon, maka tidak menuntut kemungkinan Gojek di Kota Serang ditutup selamanya.
“Hari ini suratnya dilayangkan yg jelas hari ini,” ucapnya.
Seperti diketahui, sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan tukang Ojek Pangkalan (Opang) dari berbagai wilayah di Kota Serang menggeruduk kantor Wali Kota Serang di Jl. KSB Kemang Kota Serang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan Opang kepada Pemkot Serang yang tidak berhasil memediasi antara pihaknya dengan perusahaan Gojek.
Sebelumnya, Wali Kota Serang, Tb. Haerul Jaman menjanjikan akan segera menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, sampai hari ini respon dari orang nomor satu di Kota Serang itu ‘lesu’. Kedatangan ratusan Opang di Kantor Wali Kota tersebut juga dalam rangka menagih janji Wali Kota Serang, Tb. Haerul Jaman.
“Sudah empat kali kita melakukan aksi tapi tidak ada respon,” kata Koordinator aksi, Amrul.
Ia menuturkan, jika dalam waktu dekat Pemkot tidak dapat melakukan penyelesaian masalah tersebut pihaknya tidak akan segan segan mempertegas sikap politiknya yaitu mosi tidak percaya kepada Pemkot Serang.
Ia menegaskan, sikap Wali Kota Serang yang terus membiarkan warganya hidup dalam kesengsaraan menunjukan tidak adanya i’tikad baik dari pemerintah.
“Pokoknya kita tidak percaya kepada pemerintah,” ujarnya. (Arai).
























