SERANG,(B1) – Koperasi di Kabupaten Serang kesulitan mendapat bantuan permodalan. Untuk memajukan koperasi sendiri dibutuhkan modal agar kegiatan perkoperasian berjalan lancar.
“Permodalan yang sulit didapat. Memang susah sih,” kata Sekretaris Koperasi Waringin Jaya Isnatufitria saat ditemui saat istirahat di acara Bimbingan Teknis Manajerial Pengembangan Usaha Koperasi Pertanian Disperindagkop Kabupaten Serang Tahun 2017, di Marga Wiwitan, Cipocok, Kota Serang, Selasa (7/11/2017).
Menurutnya, dalam mengurus koperasi, awalnya pengurus berkorban dalam mendirikan koperasi. Dengan modal dari masing-masing anggota.
Setiap organisasi ada kekhawatirannya tersendiri. Kata Isna, yang dilakukan agar koperasi tetap bertahan dilakukan pengembangan untuk pemahaman seputar koperasi pada anggota.
“Koperasi juga harus meningkatkan modalnya, apalagi jenis koperasi simpan pinjam. Pernah ada bantuan modal dari Gapoktan sekitar 10.000.000,tapi iti udah lama” ungkapnya.
Tetapi, sering kali ketika memeroleh pinjaman, anggota sulit membayar simpanan pokok dan simpanan wajib. Apalagi, hidup dan matinya sebuah koperasi, menurutnya tergantung dari modal.
“Pertama cair emang lancar, nanti anggotanya minjem lagi. Tapi anggota itu susah untuk setoran ke kitanya,” keluhnya.
Sayang Panitia terkait Bimbingan Teknis Manajerial Pengembangan Usaha Koperasi Pertanian Disperindagkop Kabupaten Serang Tahun 2017. Panitia tidak koperatif pada sejumlah wartawan dan terkesan menghindar.
Kasi pada Koperasi Diskoperindag Kabupaten Serang Tia, enggan dikonfirmasi terkait acara tersebut. Padahal, wartawan sudah menunggunya cukup lama
“Jangan ke saya. Saya lagi pusing, lagi banyak kerjaan,” ujarnya sambil keluar gerbang pintu belakang.(faiz).
























