Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

Lagi, Oknum Polisi di Banten Bertindak Represif

×

Lagi, Oknum Polisi di Banten Bertindak Represif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Aksi represif oknum aparat Kepolisian di wilayah Banten semakin jadi. Setelah beberapa waktu sebelumnya muncul pemberitaan terkait pengeroyokan yang dilakukan belasan oknum Kepolisian Polda Banten terhadap siswa SMK akibat urusan asmara (rebutan perempuan) belum juga menemui ujung perkara, kini lagi-lagi oknum Kepolisian di Banten kembali memperlihatkan keangkuhannya terhadap seorang wartawan di media  cetak lokal, Panji Bahari Romadhon (28).
Panji dianiaya oleh anggota Polres Serang Kota saat meliput demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi tiga tahun kebijakan Jokowi-JK yang berakhir ricuh di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten (SMHB), pada Jumat (20/10/17) sore.

Example 300x600

Ketika polisi dan mahasiswa bentrok, Panji yang sedang mengabadikan foto tiba-tiba terdorong ke tengah barisan dua kubu, kemudian di injak oleh oknum polisi, kemudian di cekik dan di seret ke dalam mobil petugas. Meski telah menunjukkan id card (kartu pers) nya, pihak ‘seragam cokelat’ malah memberinya pukulan dan ancaman.

“Dibilang provokator, terus di gebuk, di injek-injek. Paling kerasa di cekek, diseret ke kantor Disdukcapil. Pas disitu (kantor Disdukcapil) saya tunjukan kartu pers, tetep di gebuk disitu. Di masukin ke mobil, terus saya tunjukkan kartu pers, tapi di gebuk lagi,” kata Panji, yang ditemui usai melakukan visum di RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang, Jumat malam, 20 Oktober 2017.

Panji kemudian melaporkan tindak penganiayaannya ke Bidpropam Polda Banten untuk segera disikapi secara tegas oleh aparat penegak hukum. Karena mengalami lebam dan luka lecet di beberapa tubuhnya, seperti di kedua pundaknya dan lutut kanannya.

“Saya dibilang mukul Wakapolres, mukul orang, padahal saya enggak nyentuh siapapun. Dateng lah temennya ini, terus di cekik lagi, nanya lu orang mana, gue culik lu, gue bunuh lu,” terangnya.

Sedangkan pihak kepolisian meminta maaf atas tragedi penganiayaan dan salah tangkap kepada awak media itu. Pihak Polres Serang Kota pun mengaku siap bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

“Ada yang kita amankan, kebetulan salah satunya dari rekan media dan ada insiden sedikit. Atas kejadian salah dalam mengamankan orang, saya selaku pimpinan meminta maaf atas tragedi pemukulan.Kami bertanggung jawab,” kata AKBP Komarudin, Kapolres Serang Kota, saat ditemui dikantornya, Jumat malam, 20 Oktober 2017.

Pihaknya mengaku siap mengambil sikap tegas jika dalam penyidikan ke depannya memang terjadi kesalahan prosedur dari anggotanya. Bahkan sejumlah perwira di Polres Serang Kota telah dimintai keterangan terkait tragedi kekerasan kepada jurnalis.

“Akan kita proses sesuai aturan yang berlaku. karena itu (kekerasan) tidak dibenarkan, karena sekeras apapun kita harus profesional. Meski sedang emosi, anggota tidak dibenarkan (melakukan penganiayaan),” jelasnya. (Baehaqi Rizal).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post