
Ia mengatakan, upaya itu dilakukan agar target partisipasi pemilih oleh KPU benar benar dapat tercipta. Berdasarkan hasil penelitiannya, respon masyarakat kepada agenda politik seperti Pilkada dan Pileg di Kota Serang sangat tinggi.

“Begini, segmen terbesar pemilih di kota Serang itu pedagang dan ibu rumah tangga. Saya kira KPU Kota Serang perlu sosialisasi intensif ke beberapa pasar tradisional. Paling besar kan di Rau. salah satu konnsentrasi manusia di sana. Sosialisasi ke perumahan juga perlu dilakukan untuk bertemu ibu-ibu rumah tangga. Ke desa-desa apalagi,” kata Anis kepada wartawan Selasa 17 Oktober 2017.
Selain itu, ujar dia, hal utama yang harus dilakukan adalah sosialisasi kepada pemilih pemula seperti mahasiswa yang baru saja masuk perguruan tinggi atau warga yang masih berusia sekitar 17-19 tahun keatas.
“Sosialisasi ke Sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Selain itu, Alat peraga kampanye para calon dihimbau agar sekaligus mensosialisasikan tanggal pelaksanaan pemilu. Lah bagaimana masyarakat bisa memilih mereka sedangkan masyarakat tidak tahu kapan tanggal pemilihannya,” ujarnya.
“Selain itu sosialisasi dengan metode media, seperti baliho, poster, televisi, radio dan social media tetap dilakukan. Tim IT KPU untuk sosialisasi ke social media perlu dibentuk jika KPU belum punya tim,” katanya menegaskan.
Diketahui, mendekati tahapan pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang periode 2018-2023 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang, suhu politik di Kota Madani tersebut mulai memanas. Para Bakal Calon Wali Kota mulai tebar pesona berharap ada sejumlah partai yang mengusungnya. Dari selitar 25 Bakal Calon Wali Kota Serang baru Vera Nurlaila Jaman yang sudah memiliki perahu untuk berlayar di Pilkada. Vera berhasil mendapat restu dari Golkar, PKPI dan PKB. Sementara untuk bakal Calon lain baru direkomendasikan ke Dewan Pengurus Pusat untuk diusung, sepeti Subadri Ushuludin yang didukung PPP dan Ranta Soeharta yang didukung PKS dan NasDem. (Arai).






















