SERANG, (B1) – Presidium Banten Bersih, Ghufron, menyebut politik uang pada perhelatan Pilkada Kota Serang masih menjadi senjata ampuh. Menurutnya, sikap masyarakat terhadap calon yang memiliki materi berlimpah sangat antusias.
Ia menuturkan, penyebab dari sikap masyarakat tersebut adalah Dinasti di Kota Serang sudah menjamur. Bahkan, ujar dia, kegiatan itu sudah menjamur.
“Tidak mudah memang mengakhiri dinasti yang sudah terlanjur menggurita di Banten. Politik uang nyatanya masih menjadi senjata ampuh bagi para calon terutama dari dinasti untuk meraup dukungan atau suara dari rakyat,” kata Ghufron saat dihubungi wartawan, Senin 30 Oktober 2017.
Ia menjelaskan, jika ingin menciptakan pemerintahan yang bersih maka proses Pilkada harus benar benar berintegritas. Itu dilakukan dengan mengoptimalkan peran masyarakat dan penyelenggara saat tahapan Pilkada dimulai.
Ia menuding, di Kota Serang ada potensi kegiatan korupsi meski persentasenya belum bisa terdeteksi. Untuk itu, masyarakat harus mulai berani melawan dinasti dan segala macam praktik politik uang di semua tahapan Pilkada.
“Di setiap Pemda tentu selalu ada potensi penyalahgunaan anggaran dan tindak korupsi terutama dilakukan oleh pengambil kebijakan misal bupati/walikota dan sebagainya, agar itu tidak terjadi, maka rakyat harus berani melawan dinasti dan menolak segala macam praktik politik uang,” tuturnya.
Seperti diketahui, Provinsi Banten memang kental dengan politik dinasti. Hampir di semua daerah dinasti menguasai dan berhasil memposisikan sejumlah kerabat dan sanak saudara pemimpin daerah pada isntansi pemerintahan terpenting.
Akibatnya, proses demokrasi di Provinsi Banten, terutama di Kota Serang tidak hidup. Sebab, semuanya dikuasai oleh satu keluarga saja. Sampai saat ini belum ada yang bisa melawan dinasti yang ada di Provinsi Banten. (Arai).
