TANGERANG RAYAUncategorized

Warga Ruko Modern Walk Tolak Parkir Berbayar

 

TANGERANG, (B1) – Warga yang berada di Ruko Modern Walk, prumahan Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, menolak diberlakukannya sistem Parkir berbayar. Hal itu lantaran menyebabkan omset usaha yang turun drastis.

banner 300x600

Pemberlakukan parkir berbayar yang bekerjasama pihak ketiga itu sudah berlangsung sebulan lebih. Rencana pemberlakukan parkir berbayar itu sebenarnya sudah ditolak puluhan pengusaha setempat. Diantaranya dengan mendatangi manajemen dan memasang spanduk besar di atas ruko yang berisi penolakan soal parkir tersebut.

Namun manajemen tidak menanggapi, malah tetap membangun pagar di sekeliling ruko. Kemudian menyiapkan alat mesin parkir untuk masuk keluar area ruko. “Kalau keluar masuk dibatasi. Imbasnya sekarang omzet usaha saya turun,” kata Arianto, pemilik Homer Barbershop dan Coffe, Senin (25/9/17).

Ia mengungkapkan, mayoritas yang membuka usaha di ruko Modernd Walk ini kurang setuju adanya parkir berbayar. Itu karena langsung menurunkan omzet usaha pengusaha. Pihaknya mengharapkan agar pengembang membatalkan soal parkir bayar itu.

Hal yang sama diungkapkan  Rochdi Wibowo. Pemilik usaha Komuniti Café ini mengaku, bahwa omzetnya turun hingga 60 persen. Ini setelah ada parkir berbayar untuk masuk ruko. Hal itu sama halnya membatasi orang masuk ke sini. “Kami minta pengembang memahami hal ini,”pintanya.

Ia mengungkapkan, warga yang membuka usaha di ruko Modernd Walk ini rata-rata hampir 2 tahunan. Sebelum ada pemagaran atau parkir berbayar, omzetnya normal-normal saja. Itu karena banyak konsumen yang tidak direpotkan bila harus keluar masuk tempat di sini.

Pemilik Ayam Goreng Nusantara Albertus Axel mengatakan, pihaknya memasang spanduk besar di atas ruko yang berisi penolakan parkir berbayar. Tapi pada malam hari dicopot oknum pengembang. “Tapi kita pasang lagi,” ucapnya.

Ia juga menyesalkan sikap pengembang yang tidak melakukan musyawarah dalam memberlakukan parkir berbayar. Seharusnya mengajak seluruh pengusaha di sini dulu. Axel menduga pengembang takut bila mengajak musyawarah para pengusaha di ruko. Itu karena bakal mendapat banyak penolakan.

Terpisah, Komandan Regu (Danru) PT Lauren Jaya Sentosa, Hendra Gunawan, mengaku pihaknya hanya mengikuti pihak developer PT Moderland.tbk.

“Kita hanya ikuti penugasan dari pengembang saja. Lagi pula dengan adanya parkir seperti ini lebih aman. Karena petugas keamanan kita selalu mobile,” ujarnya.

Diketahui, sejak diberlakukan parkir berbayar satu bulan lalu ditarif mulai Rp 2 ribu sampai 5 ribu. Pantauan lokasi, Senin (25/9/17), spanduk besar berisi penolakan parkir berbayar masih terpampang di atas ruko Modern Walk. Sementara sejumlah anggota security ruko mondar-mandir melakukan pengawasan.  (joko).

Exit mobile version