SERANG, (B1) – Setiap tahun pelajaran, SDN Ciceri Indah kerap melakukan jual beli buku pelajaran, baik Lembar Kerja Siswa, maupun Buku pelajaran lainnya. Hal tersebut membuat sejumlah kalangan menjadi geram.
Salah seorang Walimurid SDN Ciceri Indah, Dinar mengatakan, dirinya saat diundang pihak sekolah bersama beberapa orang tua lainnya, mengakku telah menolak keinginan sekolah untuk membeli buku pelajaran sekolah yakni IPS dan Bahasa Indonesia. Sebab, seharusnya pihak sekolah menyediakan buku paket dari dana Bantuan Operasional Sekolah.
“Awal masuk kami sudah beli buku LKS dari sekolah. Sekarang suruh beli buku pelajaran lagi. Saya sudah menolak, karena tidak setuju sebelum pihak sekolah transparan dan menjelaskan secara rinci penggunaan dana BOS,” katanya, Sabtu (23/9/17).
Menurut Dinar, seharusnya pihak sekolah tidak menjual langsung ke murid. Tapi hanya menganjurkan dan memberikan referensi buku yang dibutuhkan oleh sekolah, dan tersedia di seluruh toko buku yang ada.
“Apapun alasan dan dalihnya, tetap ini usaha jual beli buku. Setahu saya, ini tidak dibenarkan secara aturan,” ungkap Dinar.
Untuk itu ia meminta agar pihak Disdikbud Kota Serang, dapat menindaklanjuti hal itu agar tidak terulang setiap tahun. Jika terus dilakukan, maka kualitas tenaga pengajar di sekolah khawatir sangat rengdah. “Kalau sudah berfikir bisnis, khawatir sekolah tidak berkualitas. Guru itu harus fokus mengajar, bukan usaha jual buku,” katanya.
Menanggapi hal itu, salah seorang pengamat pendidikan, Sujana mengaku sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak sekolah. Apalagi sampai dua kali membebani orang tua murid untuk beli buku. Meski sekolah menyatakan tidak memaksa, itu hanya dalih. Untuk itu, Parman mempertanyakan apakah pihak sekolah memperhatikan mental anak jika tidak membeli buku?
“Kalau beli ke sekolah, menyalahi aturan. Jika tidak, akan mempengaruhi mental anak karena malu terhadap teman-temannya,” katanya. (Baehaqi Rizal).























