Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
SENI BUDAYAUncategorized

Teater Cahaya UMT dan Komunitas Sitihingil Konser “Turbulensi” di TIM

×

Teater Cahaya UMT dan Komunitas Sitihingil Konser “Turbulensi” di TIM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) –  Teater Cahaya UMT dan Komunitas Sitihingil Benteng akan menggelar konser bertajuk “Turbulensi”. Konser akan digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 6 hingga 7 September 2017 mendatang.

Example 300x600

Dikatakan Sutradara Away Enawar mengatakan, Indonesia saat ini sedang mengalami gangguan atau turbulensi kemanusiaan di berbagai bidang kehidupan. Salah satu tandanya hingga saat ini korupsi masih merajarela mana-mana.

“Persoalan-persoalan krisis kemanusiaan itu dipotret, dianalisisi, dan dituangkan secara cermat oleh Away Enawar dalam buku kumpulan puisi bertajuk Turbulensi (Kumpulan sajak kepada hati yang terkoyak),” kata Away saat jumpa pers kepada wartawan di Lantai 6 Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (19/9/17).

Dalam buku kumpulan sajak Turbulensi itu ada sepuluh sajak, yang kemudian diolah menjadi musikalisasi puisi dan lakon dramatik yang digelar secara orkestratif hingga menjadi rama musikal.

“Konser Turbulensi ini akan melibatkan sekitar 50 orang seniman dan beberapa seniman nasional seperti Jose Rizal, Ken Zuraida, Amoro Katamsi, dan Doddy Katamsi,” ungkap Away yang juga Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMT.

Seniman-seniman itu sengaja dilibatkan untuk menjaga ruh dan mengusung pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Untuk menambah kekuatan pemanggungan, konser ini juga akan melibatkan pelaku-pelaku multi media dari Yogyakarta.

Away mengatakan ketika manusia-manusia mengalami Turbulensi, maka harus kembali kepada hening. Dalam hening itu ada dialog manusia dengan manusia, alam, dan Tuhan.

Arwen, Wakil Rektor (Warek) UMT yang hadir dalam jumpa pers itu, mengatakan  Turbulensi bisa juga diartikan sebagai getaran atau guncangan manusia. Hal itu disebabkan rasa kekhawatiran atau ketakutan.

Tidak heran jika saat ini di negeri ini banyak sekali manusia yang khawatir dan takut miskin misalnya, sehingga melakukan korupsi. Akibatnya, manusia-manusia semacam itu mengalami kehilangan hati dan ruh.

“Lihat sekarang Operasi Tangkap Tangan (OTT) di mana-mana, seperti yang terjadi pada Walikotoa Batu. Sebelumnya juga ada Ketua DPD Irman Gusman yang kena OTT juga,” katanya.

Arwen berharap Konser Turbulensi bisa menjadi tontotan yang menghibur dan menggembirkan, namun demikian konser itu akan mendidik dan memberikan pencerahan kepada penonton. (bayu).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post