TANGERANG, (B1) – Pembunuh bos Mie ayam di Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh berhasil dibekuk. Pelaku dibekuk oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polrestro Tangerang Kota, Senin, (18/9/17) malam atau satu hari setelah kejadian.
“Penangkapan oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan dari Polrestr,” kata Kapolrestro Tangerang Kombes Harry Kurniawan, Selasa, (19/9/17) melalui telephone.
Informasi yang dihimpun, Senin tanggal 18 September 2017, pukul 23.00 wib, dipimpin Kanit 3 Subditum/Jatanras Kompol Piter Yanottama dan Kanit 1 Subditum/Jatanras Kompol Hendro bersama dengan anggota Unit 1, Unit 3 dan Resmob Polres Tangerang Kota melakukan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan Cipondoh an. Jonny Setiawan di tempat persembunyian nya di Pesantren Leuweung Gede, (perbatasan Tangerang – Bogor).
Terungkap, Sabtu, 16/9/ 17, sekitar pukul 18.00 wib, setelah tutup toko korban bertemu dgn pelaku di rumah Ci Lisa. Korban menggunakan SPM Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW sedangkan pelaku menggunakan SPM Mio warna biru Hitam. Setibanya di rumah Ci Lisa, korban dan pelaku ngobrol. kemudian pelaku menanyakan kpd korban ” mau ke kost ngak ?” Lalu korban menjawab ” liat ntar”.
Sekitar pukul 18.30 wib korban dan pelaku beli makanan di daerah Poris, korban beli Ayam Cabe dan pelaku beli Petai utk di goreng di rumah Ci Lisa. Setiba di rumah Ci Lisa, Ci Lisa menggorengkan petai punya pelaku. Tiba2 suami korban telp korban minta di beli makanan lalu korban menyuruh pelaku utk membeli makanan pecel lele pesanan suami korban di daerah Poris. Ketika pelaku beli makanan korban, Ci Lisa dan anaknya yg bernama Yosef (20 th) makan bersama. Setelah beli makanan pecel lele pesanan suami korban, pelaku pun ikut makan bersama. Setelah korban selesai makan korban pergi mengantarkan pecel lele pesanan suaminya sedangkan yg lain melanjutkan makan bersama. Setelah mengantar makanan kira2 10 menit korban kembali ke rumah Ci Lisa, dan menunggu pelaku selesai makan. Setelah pelaku selesai makan korban mengajak ke kost yg mana sebelumnya sdh di ajak pelaku.
Sekitar pukul 19.30 wib pelaku dan korban pamit kpd Ci Lisa utk pergi keluar dan selanjutnya pergi ke kost milik pelaku gunakan SPM Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW milik korban sedangkan SPM Mio warna biru hitam milik pelaku di titipkan.
Sekitar pukul 20.00 wib korban dan pelaku tiba di kost milik pelaku, kemudian korban dan pelaku ngobrol sebentar sambil korban merokok, lalu pelaku mandi seperti biasanya. Selesai mandi, pelaku lanjut ngobrol, tdk lama kemudian selesai merokok korban rebahan sambil ngobrol. Selanjutnya korban dan pelaku melakukan hubungan Intim.
Setelah selesai hubungan initim, sekitar pukul 21.00 wib korban dan pelaku melanjutkan ngobrol. Skr 20 menit kemudian pelaku mengajak utk melakukan hubungan badan lagi namun korban menolak dg berbagai alasan. Lalu korban membandingkan pelaku dengan para mantan selingkuhannya dalam berhubungan badan.
Kemudian pelaku dan korban berdiri sambil cekcok mulut. Selanjutnya pelaku emosi merasa di hina dengan perkataan korban, lalu pelaku mendorong korban dan korban pun membalas dengan memukul bbrp kali sambil teriak “dasar kamu ngak tau diri, loe mana hidup tanpa gua, loe aj di usir sama bini loe” Setelah itu pelaku pergi ke dapur utk mengambil pisau dan korban pun tetap mengikuti ke dapur sambil memukul. Selanjutnya korban berusaha merebut pisau tsb lalu terjadi dorong2an sampai kembali dekat kasur, pelaku langsung menusuk korban pada bagian leher sebelah kiri. Lalu korban terjatuh, dan pelaku pun menusuk korban kembali pada bagian leher sebelah kiri utk kedua kalinya. Kemudian korban membekap mulut korban menggunakan tangan sampai tidak bergerak, selanjutnya muka korban di tutup menggunakan bantal yg ada di kamar. Kemudian pelaku langsung mandi utk membersihkan tubuh pelaku yg terkena darah.
Sekitar pukul 22.00 wib pelaku pergi ke rmh mertua gunakan SPM milik korban utk menemui anak pelaku. Namun sebelumnya pelaku membuang pisau utk menusuk korban di selokan depan rumah mertua pelaku. Setelah masuk ke rumah mertua, pelaku menuju kamar istrinya, namun yg pelaku temui di dalam kamar terdapat istri dan laki2 selingkuhannya. Melihat hal tsb pelaku langsung memukul laki2 selingkuhan istrinya dgn menggunakan pengasah pisau yg sdh di bawa berkali2 sampai terjadi perkelahian dan langsung di lerai oleh istri dan saudara2 istri pelaku.
Setelah itu pelaku pergi ke rumah saudara sepupu an. Johan di Kotabumi tangerang utk meminjam uang dan atm, lalu Johan memberi uang sebesar Rp100.000, 1 buah atm BCA beserta password Dan 1 bh Hp beserta Sim Card
Sepulangnya dari rumah Johan, pd hari Minggu tanggal 17 Sep 2017, sekitar pukul 00.30 wib, pelaku pergi ke Indomaret yg berada di depan Polrestro Tangerang Kota utk memarkirkan SPM Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW milik korban. Setelah memarkirkan SPM tsb pelaku duduk2 di Indomaret sambil minum minuman yg di beli di Indomaret.
Setelah itu skr pukul 04.30 wib pelaku pergi ke Stasiun kereta “Pasar Anyar” Tangerang Kota dengan berjalan kaki. Kemudian pada pukul 06.00 wib pelaku pergi ke arah Jakarta menggunakan kereta api dan turun di Stasiun “Duri” Tambora. Selanjutnya korban melanjutkan perjalanan ke daerah Jl. Gajah Mada dgn berjalan kaki dan setibanya di Gajah Mada pd pukul 14.00 wib, pelaku beristirahat di Indomaret.
Skr pukul 14.30 wib pelaku pergi ke rumah Ko Eeng di daerah Korelet, Curug utk memimjam uang menggunakan Go Car yg sdh di pesan menggunakan Aplikasi di HP org lain.
Sekitar pukul 17.30 wib pelaku tiba di rumah Ko Eeng dan bertemu Istri Ko Eeng. Sementara Ko Eeng masih diluar. Skr pukul 18.30 wib Ko Eeng tiba di rmh, dan pelaku menceritakan apa yg telah di lakukan terhadap korban dan ingin meminjam uang, lalu Ko Eeng mengantakan bahwa dia pun tidak memiliki uang. Kemudian Ko Eeng menyarankan pergi kerumah Pak Haji (temen kok Eeng) yg mana pelaku pun mengiyakan.
Skr pukul 21.00 wib pelaku dan Ko Eeng pergi ke rumah Pak Haji. Setibanya di rumah pak Haji, Pelaku dan Ko Eeng mencerikan apa yg telah dilakukan pelaku. Terus Pak Haji membawa pelaku dan Ko Eeng ke Pesantren Leuweung Gede di daerah Tenjo.
Setibanya di Pesantren, sekitar pukul 22.00 wib, pelaku, Ko Eeng dan Pak Haji bertemu deng Kyai pimpinan Pondok Pesantren. Kemudian pelaku menceritakan apa yg telah di lakukan dan ingin bertobat serta ingin masuk Islam. Lalu Kyai meminta pelaku membacakan dua kalimat Syahadat. Setelah itu pelaku di suruh beristirahat di salah kamar di Pondok Pesantren tersebut.
Selanjutnya pada Hari Senin tanggal 18 September 2017 sekitar pukul 22.30 wib Tim Gabungan Subdit Jatanras PMJ dan Sat Reskrim Polrestro Tangerang Kota melakukan penangkapan terhadap pelaku di Pondok Pesantren Leuweung Gede.
Barang bukti yang diamankan yakni satu buah Pisau, satu unit SPM Honda Supra X warna merah hitam B 6610 VHW, satu buah Jaket warna kuning, satu buah HP merk Samsung warna hitam, satu buah Kartu ATM BRI Syariah warna biru No kartu 5022 8203 0786 8202 dan satu buah kartu BCA Flash warna Gold No kartu 6019 0026 7891 6703
Selanjutnya terus dilakukan pemeriksaan tersangka serta menyiapkan administrasi pelimpahan ke Polres Tangerang Kota. (pudin).
























