BANTEN RAYAUncategorized

Kelompok Kuda Pustaka Berbagi Rasa Merdeka

 

CILEGON, (B1) – Menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72, kawan-kawan dari Kuda Pustaka Rangkasbitung menggelar kegiatan yang mengusung tema ‘Berbagi Rasa Merdeka’ dengan melakukan perjalanan keliling Banten.

banner 300x600

Kegiatan yang diawali sejak 1 Agustus 2017 lalu, melakukan perjalanan keliling ke delapan Kabupaten/Kota di Banten dan pada Kamis (17/8/17) malam, Kang Asep selaku pimpinan Kuda Pustaka telah tiba di Kota Baja.

“Ini menjadi kota/kabupaten keenam yang dikunjungi, tinggal dua kota/kabupaten lagi yang belum,” tulis Asep melalui rilis yang diterima Bantensatu, Sabtu (19/8/17).

Masuk ke Kota Cilegon, Kang Asep disambut oleh kawan-kawan dari Rumah Baca 0254 yang di dirikan oleh Adi Sudrajat.

“Dirumah baca 0254, seharian kemarin Kuda Pustaka dan RB 0254 bersama-sama mengajak anak-anak disana untuk membaca dan bernyanyi dengan gembira, juga berbagi cerita tentang bagaimana mengelola kegiatan masing-masing,” tambahnya.

Setelah seharian berbagi di RB 0254, malam harinya Kang Asep tampil sebagai pembicara tunggal dalam acara Maling Ilmu Dari Buku (MIDB) yang dikomandoi oleh Magda Suparlim dan kawan-kawan.

“MIDB adalah acara ‘maling-memaling’ yang tidak merugikan tapi justru menyenangkan dan meng-kaya-kan. Ini salah satu acara yang memang rutin dilangsungkan seminggu sekali,” jelas Magda.

Dalam acara tersebut, Asep berbagi cerita tentang perjalanannya bersama si kuda ‘Aldo’ dan berbagi ilmu tentang bagaimana ‘Mempersenjatai Banten Dengan Membaca’.
Hal yang sama juga dilakukan oleh kawan-kawan Perahu Pustaka Bakauheni, Lampung.

Perahu yang baru saja mengalami perbaikan karena nyaris tak pernah berhenti berlayar dari satu perairan ke perairan lainnya dengan mengunjungi anak-anak pesisir dan pulau untuk mendorong gerakan gemar membaca.
Belum lama ini Perahu Pustaka Bakauheni mengunjungi anak-anak di Pulau Rimak Balak.

Kesedihan seringkali hinggap dihati para awak kapal setiap kali melihat banyak anak-anak yang kelaparan pada bacaan, sementara jumlah buku yang mereka miliki tidaklah banyak.

“Jumlahnya (anak-anak) begitu banyak dan haus mereka pada buku begitu besar. Diantarkan berapa pun sepertinya tak akan cukup,” tulis kawan-kawan Perahu Pustaka berdasarkan teks yang bersumber dari Misbah dan Radmiadi.

Dikesempatan berbeda, kawan-kawan Perahu Pustaka juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Kuda Pustaka Lebak dalam rangka memberikan support untuk kegiatan ‘Berbagi Rasa Kemerdekaan’ keliling Banten yang dilakukan Kang Asep.

“Agar melalui kegiatan ini makin banyak yang terinspirasi dan disetiap kampung akan ada taman bacaan untuk anak-anak dan masarakat. Dan juga semoga selama perjalanan, Kang Asep dapat menuliskan apa saja kendala atau pun ada Resume kegiatan.

Apakah disetiap sekolah sudah ada fasilitas perpustakaan, atau ada hal lain yang perlu kita beri perhatian bersama. Karena sebenarnya, bukan minat baca anak-anak yang rendah, melainkan akses untuk membaca yang sulit. Mulai dari tidak adanya buku-buku bacaan, tidak adanya tempat membaca dan yang lebih tak kalah pentingnya adalah cara-cara rekan-rekan pengiat literasi untuk berinovasi dalam menyajikan bacaan sambil disertai berbagai kegiatan seperti mendongeng, mengambar, mewarnai, menyanyi, permainanan tradisional, egrang, gasing, conglak, puzzle dan lain-lain. Terus berinovasi agar anak-anak tidak mudah bosan. Bahkan sekali-kali kita beri hadiah. Hadiah tidak harus mahal. Cukup permen atau pulpen pun bisa,” sambung kawan-kawan Perahu Pustaka. (Baehaqi Rizal).

Exit mobile version