Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
KESEHATANUncategorized

Waspadai Penyakit Skizofrenia

×

Waspadai Penyakit Skizofrenia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGERANG, (B1) – Banyak dari masyarakat yang belum mengetahui penyakit Skizofrenia. Penyakit Skizofrenia adalah gangguan mental atau psikologis yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah.

Example 300x600

Keadaan ini pada umumnya dalam bentuk halusinasi, paranoid dan keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata atau tidak berdasarkan unsur logika.

Menurut Dr. Fransiska Irma S, Sp.KJ, dari RSUD Kota Tangerang menuturkan, orang lebih tahunya gangguan kejiwaan, padahal itu adalah gangguan pada otak. Itu adalah suatu penyakit yang bikin orang nyata menjadi tidak nyata.

“penyakit tersebut dapat membuat seorang penderita mengalami halusinasi, paranoid dan sulit membedakan apa yang nyata dan apa yang tidak nyata. Lalu membuat panca indra kita yang tidak ada menjadi ada” ujar Dr. Irma sapaan akrabnya.

Lanjut Dr. Irma, yang paling sering dari penderita Skizofrenia adalah mendengar suara yang hanya didengar oleh penderita yaitu mendengar suara bahkan lebih keras suaranya dibandingkan dengan suara orang didekatnya. Dan jumlah penderita penyakit Skizoprenia adalah sekitar satu persen dari total keseluruhan masyarakat.

Gejala awal dari penyakit Skizoprenia adalah orang atau penderita dapat berubah dari biasanya seperti lebih menarik diri dari aktivitas sosial, menurunnya aktivitas dan tidak banyak berbicara, tidak mau makan dan tidak mau mandi, kemudian kebanyakan orang melihatnya adalah depresi padahal itu awal dari penyakit Skizoprenia.

Penyakit ini lebih diderita pria sekitar untuk umur 18-20 tahun sedangkan untuk perempuan sekitar umur 20 tahun. Penyakit Skizoprenia tidak hanya menimpa remaja dan orang dewasa, tetapi dapat pula menimpa anak-anak.

“Waktu itu pernah ada penderita meninggal di rumah. Padahal kita sudah beri surat rujukan untuk dibawa ke rumah sakit, tetapi sang ibu tidak membawa dan hanya berobat rawat jalan. Padahal penderita sudah tidak mau makan,” imbuhnya.

Dikatakan dampak dari narkoba dan obat obatan adalah salah satu timbulnya penyakit Skizoprenia. Termasuk diantaranya penggunaan eksimer dan tramadol.

“Belum lama juga ada pasien yang menggunakan obat obatan eksimer. Saat dibawa ke rumah sakit ditemukan obat tersebut di bajunya,” imbuhnya.

Penyebab lain yang dapat menimbulkan penyakit Skizoprenia adalah faktor riwayat keluarga atau keturunan. Juga pola asuh pada anak usia dini.

Pola asuh juga dapat mempengaruhi. Terlebih dari orang tua yang salah dalam pola asuh, dapat membuat anak terkena Skizoprenia.

“Saran saya untuk orang tua jangan terlalu memanjakan. Karena akan berdampak pada anak bila besar nanti. Dan anak juga tidak tahan pada tekanan psikologis, misalnya terkena stres sedikit sudah terguncang tapi juga tidak bisa juga over kritikal, karena akan berdampak pada anak yang membuat dirinya tidak percaya diri pada lingkungan sosialnya” pungkasnya.

Sementara Dirut RSUD Kota Tangerang Dr.H.Feriyansyah mengatakan, segera bawa ke rumah sakit atau klinik pengobatan, bila ada keluarga atau tetangga yang menderita gejala Skizoprenia. Ushakan jangan dibawa ke pengobatan alternatif, karena akan berdampak pada proses penyembuhan.

Sebab pengobatan yang seharusnya hanya dua bulan, bisa menjadi dua tahun. Kenapa, karena salah dalam penanganan awal dan telat dibawa ke rumah sakit.

Jangan terlalu percaya dengan informasi yang belum jelas terkait penyakit Skizoprenia. Sebab ada yang mengatakan, penderita tidak boleh makan, padahal kalau tidak makan bisa kelaparan hingga akhirnya dapat meninggal dunia.

“Kalau mulai ada tanda tanda awal Skizoprenia lebih baik segera dibawa ke klinik pengobatan terdekat, seperti puskemas atau rumah sakit. Agar cepat dilakukan pengobatan dini dan mencegah penyakit Skizoprenia lebih parah lagi” pesannya. (candra).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post