TANGERANG RAYA

PDIP Cari Pemimpin Yang Pro Rakyat

TANGERANG, (B1) – Pancasila tidak bisa lagi ditawar bagi para calon pemimpin yang hendak maju dalam setiap perhelatan pesta demokrasi di tanah air. Sebab, Pancasila mengandung butir-butir sakral yang seluruhya bertujuan untuk mensejahterakan rakyat.

            “Pemimpin atau calon pemimpin jangan terpaku pada butir-butir Pancasila, tapi implementasikan dalam kepemimpinannya, juga bukan untuk diperdebatkan,” kata Pakar Dephankam RI Sudaryanto pada diskusi public PDI Perjuangan Kota Tangerang di Ruang Bamus DPRD Kota Tangerang, kemarin.

banner 300x600

            Pada diskusi publik bertema Mencari Pemimpin yang Berwajah (Ideologi, Berkarakter dan Pro Rakyat)” itu, Sudaryanto mengingatkan para pemimpin, dalam hal ini kepala daerah maupun calon kepala daerah untuk bisa memberikan solusi dari setiap permasalahan yang muncul ditengah kehidupan rakyatnya.

            “Pemimpin atau calon pemimpin harus bisa memberikan inspirasi kepada rakyatnya, buka justru menekan rakyat,” imbuh pakar Hankam yang akrab disapa Mas Dar itu.

            Menurut Mas Dar, pemimpin atau calon pemimpin harus mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, yang termaktub dalam dasar NKRI, Pancasila. Jika mampu mewujudkan sila ke 3 Pancasila, kata dia, seorang pemimpin akan benar-benar memiliki ideologis, beradab dan pro rakyat.

            “Pemimpin atau calo pemimpin juga harus jujur. Kalau sudah begitu, pemimpin akan selalu berpihak kepada rakyat dalam setiap kebijakannya,” imbuh Mas Dar.

            Sudaryanto mengakui saat sulit mencari pemimpin yang berideologi dan pro rakyat. Mereka yang maju dalam pesta demokrasi, menurut Mas Dar, kebanyakan untuk mencari keuntungan kelompok, bukan menyejahterakan rakyatnya.

            “Kekuasaan di Indonesia masih bersifat konservatif, bukan inovatif bagi rakyatnya. Indonesia juga belum bisa disebut sudah berdemokrasi, tapi baru bisa menggelar Pemilu,” tandasnya.

            Sementara Plh Ketua DPC PDIP Kota Tangerang Ananta Wahana mengaku sengaja menggelar diskusi publik menjelang perheatan Pilkada Serentak 2018 agar rakyat bisa menilai sejak dini para calon pemimpinnya lima tahun ke depan.

“Juga agar para calon kepala daerah yang akan maju pada perhelatan Pilkada bisa membawa nilai-nilai Pancasila dalam setiap kampanye politiknya. Karena Pancasila rumusan kekuasaan paripurna yang menyajikan formula terbaik bagi pemimpin di tanah air, dari presiden sampai Kades sekalipun,” ujarnya.

            Ananta menegaskan, dalam menentukan prinsip moral para pemimpin harus berdasarkan Pancasila dalam setiap penyelenggaraan NKRI. “Diskusi ditujukan agar rakyat, khususnya bagi rakyat Kota Tangerang menemukan pemimpin yang memiliki ideologi sesuai dasar negara, berkarakter dan pro rakyat,” tandasnya.

Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi, jajaran DPC PDI P, anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PDIP, Agus Setiawan serta ratusan kader banteng bulat se- Kota Tangerang. (bayu).

Exit mobile version