TANGERANG, (B1) – Universitas Muhamadiyah Tangerang (UMT) menggelar pelatihan penghitungan hisab dan rukyat, Sabtu, (1/4/17).
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tangerang, KH DR Saiman Soleh mengungkapkan pelatihan hisab dan rukyat bertujuan agar semakin banyak masyarakat yang memahami dan paham akan ilmu falaq. Meski waktu pelatihan hanya dua hari diharapkan sedikit banyak akan mengerti akan penghitungan hisab dan rukyat.
“idealnya pelatihan seperti ini minimal lima hari, itupun tentu tidak akan sepenuhnya langsung dikuasai. Yang terpenting peserta sedikit tahu tentang penggunaannya,” ujarnya.
Dikatakan, hisab dan rakyat dalam ilmu pengetahuan modern masuk dalam ilmu falaq. Yakni tentang tata cara menghitung pergerakan bulan berdasarkan hitungan matematika dan fisika.
Sebab untuk menguasai ilmu falaq tentunya harus menguasai dulu penghitungan sesuai rumus yang berlaku. Dan untuk menghitung pergerakan bulan diperlukan rumus yang tidak mudah dipelajari hanya dengan kemampuan alami.
“Untuk angakatan kali ini diikuti sekitar 125 peserta dari perwakilan Muhammadiyah di 13 kecamatan Kota Tangerang, selama dua hari. Kami rencanakan pelatihan seperti ini akan berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara Ketua MUI Kota Tangerang, KH Edy Junaedi mengatakan, proses penghitungan hisab dan rukyat sangat menarik di Indonesia. Terlebih bila memasuki bulan Ramadhan.
Pasalnya hisab dan rukyat diperlukan untuk menentukan awal datangnya bulan puasa sekaligus untuk menentukan tibanya Hari Raya Idul Fitri. Mengenai perbedaan metode penghitungan, menurut Edy sudah disepakati sebagai perbedaan yang dimengerti.
“Ormas Islam di Indonesia sudah sepakat tentang metode perbedaan penghitungan hisab rukyat. Oleh karenanya di Indonesia pun sudah ada lembaga istbat yang khusus menangani penghitungan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Hari Raya Haji,” terangnya. (bayu).






















