Serang, (B1) – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Yandri Susanto menyampaikan bahwa sejak jaman Rasul, masjid itu merupakan pusat semua kegiatan.
Baik itu kegiatan keagamaan untuk ibadah, maupun kegiatan dunia seperti politik, sosial, budaya, dan bisnis.
“Memang masjid itu pusatnya. Nah jangan sampai jaman sekarang, seolah-olah ada pemisahan. Kalau masjid itu hanya untuk urusan solat saja, misalkan. Urusan yang lain tidak boleh ikut campur. Nah, itu yang tidak boleh,” ujar Yandri Susanto, usai Silaturrahmi Alim Ulama dan Dialog Kebangsaan Deradikalisasi, dengan tema Menjadikan Masjid Sebagai Pertahanan Terakhir NKRI, di Kantor Pimpinan Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU), Kota Serang, Selasa (2/5/17).
Oleh karena itu, lanjut Yandri, jangan dibuat kesan seperti negara sekuler, bahwa agama tidak boleh dicampuradukkan dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, hal tersebut akan membuat keliru jika dipisahkan.
Justru, nilai-nilai agama itu harus masuk semua dalam sendi kehidupan. Yandri pun meyakini, jika fungsi masjid dikembalikan sebagaimana mestinya untuk mendidik umat dalam melakukan paham-paham atau nilai islami dalam kehidupan sehari-hari, maka NKRI itu akan tetap terjaga, Pancasila akan tetap terjaga, dan Bhineka Tungga Ika juga akan menjadi subur makmur di Indonesia.
“Tapi, kalau misalkan ada pemisahan. Justru menurut saya itu awal dari kehancuran Republik ini,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Ketua Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten, Ahmad Bazari Syam mengatakan, bahwa masjid-masjid yang ada di Provinsi Banten, sampai saat ini sudah berjalan sesuai fungsinya dengan baik, khusunya di perkotaan.
Walaupun di Kecamatan dan di Desa-Desa masih harus didorong, terkait dengan bagaimana memberdayakan remaja masjid.
“Jadi yang kita dorong adalah bagaimana remaja masjid itu bisa terlibat dalam pengelolaan kemakmuran masjid ini,” imbuhnya. (Stevan).
























