TANGERANG, (B1) – Peran aktif dan daya kritis masyarakat yang tidak disertai pendidikan Islam atau ilmu, hanya menghasilkan kegaduhan yang menyelimuti seluruh dimensi.
Hal itu disampaikan Maksis Sakhabi Ketua Ikatan Cendikia Muda Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Tangerang, saat seminar yang membahas tema “Mempertahan pendidikan Islam di tengah globalisasi dan modernisasi di Tangerang,” di Pendopo Bupati Kabupaten Tangerang, Jum’at (01/6/18).
“Dewasa ini melalui Teknologi, masyarakat bisa mengkritik apa yang terjadi di Kabupaten Tangerang, tanpa mengedepankan ilmu-ilmu yang memadai. Maka sangat rentan memunculkan kegaduhan,” ujarnya.
Sementara Komarudin Pj. Bupati Kabupaten Tangerang menyatakan, banyak sekali fenomena yang terjadi di masyarakat akibat modernisasi dan globalisasi di Kabupaten Tangerang. Kegaduhan tidak jarang pula terjadi.
Diantaranya, perlu adanya pendidikan Islam yang berkarakter, guna terciptanya pola hubungan yang baik, antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
“Juga antara Kita dengan Keluarga ataupun, Kita dengan Masyarakat,” ucapnya.
Melalui seminar diharapkan, agar masyarakat bisa mencontoh karakter yang baik dari Nabi Muhammad SAW dan sesuai apa yang dipelajari dalam kitab Al-Quran.
Diungkapkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan alokasi dana dari APBD Kabupaten Tangerang yang Rp5 triliun, yakni sebesar Rp1.6 triliun atau setara sebesar 30%, untuk meningkatkan pendidikan dan wajib belajar 12 tahun di Kabupaten Tangerang.
“Selain Pemerintah, peran serta masyarakat ataupun swasta sangatlah berpengaruh bagi lendidikan di Tangerang,” tutupnya. (santi).
























