SERANG, (B1) – Iba! Mungkin itu yang terbesit saat melihat keluarga Mardani (35). Bagaimana tidak Mardani yang sehari-hari bekerja sebagai buruh, harus menerima kenyataan bahwa anaknya Apikah (10 Bulan) derita gizi buruk.
Warga yang beralamat di Kampung Sampang Kepaksan RT/RW 010/004 Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, ini hanya bisa pasrah dan berharap uluran tangan dari dermawan.
Mardani menceritakan, sebelumnya anaknya dibawa ke Puskesmas Pontang. Namun hanya sebentar dan langsung dibawa ke RSUD Prawiranegara untuk perawatan intensif.
“Kata RSUD kena gizi buruk. Awalnya Apikah mengalami sakit cacar, bentol besar-besar, gatel-gatel, kalau kata dokter kekurangan susu,” ucapnya, Kamis, (11/5/18).
Diceritakan, sejak ditinggal kerja sekitar dua bulan lalu, Apikah mulai sakit-sakitan. Ibunya sendiri sedang ke Saudi untuk kerja, sudah tiga bulan. Awalnya Ia ragu membawa buah hatinya ke rumah sakit lantaran terkendala dana.
“Sebenarnya saya juga ragu datang ke rumah sakit, karena keterbatasan dana. Dan saya juga tidak punya kartu BPJS,” ungkapnya.
Untuk meringankan biaya pengobatan, Ia kini sedang mengurus pembuatan kartu BPJS.
“Baru dua hari di rumah sakit ini, sehari-hari dapet bantuan dari orang. Baru bikin akte, belum punya BPJS masih ngurus,” pungkasnya. (faiz).
























