TANGSEL, (B1) – Dewan Pimpinan Agung Forum Dzurriyat Kesultanan Banten adakan sarasehan dan Raker agung II. Kegiatan dilaksanakan di hotel marilyn Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu, (5/5/18).
H. Tubagus Imamudin selaku ketua Dewan Pimpinan Agung Dzhurriyat Kesultanan Banten mengatakan, tujuan kegiatan untuk konsulidasi dan pemantapan organisasi dengan beberapa DPW se-Indonesia.
“Yang berkumpul dari 15 DPW se Indonesia. Diantaranya Palembang, Manado, Sulawesi Utara,Lampung, jawabarat, Banten dan DKI. Ada beberapa hal yang dibahas yaitu pengembangan potensi dzurriyat dan juga terkait kesultanan Banten serta,pemberdayaan ekonomi kreatif para dzurriyat,” terangnya.
Ketua LPA (Lembaga Pemangku Adat) dan juga ketua Dewan Lembina H.A.Abas Wasee mengatakan, hikmah kegiatan silahturohim semakin kuat.
Dzhurriyat Kesultanan Banten harus berbuat fakta bukan hanya sekedar retorika.
“Karena darah dzhurriyat Kesultanan Banten adalah darah pejuang bukan darah pecundang,” tandasnya.
Robert Sirait tuan rumah kegiatan mengaku Kesultanan Banten bukan hanya milik Banten, tapi sudah milik Masional. Hal iti karena sudah di kasih gelar Pahlawan Nasional.
Penggunaan nama Ballroom Maulana Hasanudin dikatakan, juta sebagai bentuk penghormatannya pada pejuang Nasional dari Banten. Dan hal Itu sebelumnya Ia telah meminta izin.
“Bagi kami lembaga pemangku Kesultanan Banten adalah orang-orang yang jujur. Sangat keliatan pengurusnya yang membudayakan kearifan lokal. Kita harus bangga pada Kesultanan Banten,” ungkapnya. (pudin).
























