TIGARAKSA, (B1) — Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang Asep Suherman memasang target tinggi pada perhelatan Porprov VII Banten 2026 di Kota Tangerang Selatan. Asep menargetkan kontingen Kabupaten Tangerang meraih juara umum kompetisi multi event empat tahunan tersebut.
Target itu disampaikan Asep Suherman saat menerima kunjungan Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu bersama jajarannya, Kamis (20/8/26). Asep, yang baru menjabat sebagai Kepala Disporabudpar menggantikan Ratih Rahmawati, meminta KONI Kabupaten Tangerang berupaya semaksimal mungkin sehingga target mencapai gelar juara Porprov VII Banten dapat tercapai.
“Saya baru menjadi Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang dan mendapatkan amanah dari Pak Bupati agar kita bisa menjadi juara umum Porprov nanti, ” ujar Asep.
Dia berharap para pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga meningkatkan fokus dan konsentrasinya sehingga harapan membawa pulang gelar juara Porprov untuk keempat kalinya dapat tercapai.
Asep juga meminta para atlet berlatih secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan kemampuannya. Dia memberi dukungan penuh kepada KONI Kabupaten Tangerang, termasuk dukungan anggaran, sehingga tidak ada kendala dalam masa persiapan serta ketika porprov dilaksanakan.
“Atlet yang sudah diikat agar betul-betul dimonitor terus sehingga minimal bisa mempertahankan medali emas. Sedangkan atlet-atlet baru harus didorong untuk meraih medali emas, ” ujar Asep.
Menanggapi target tersebut, Ketua KONI Kabupaten Tangerang Eka Wibayu menyatakan tekadnya untuk berjuang merebut gelar juara umum Porprov VII Banten. Dia menegaskan atlet-atlet Kabupaten Tangerang sudah siap bertanding di ajang tersebut.
“Kita gas terus. Kita upayakan agar bisa meraih gelar juara umum, ” ujar Eka yang didampingi
Sekretaris KONI Adang Akbarudin, Bendahara Wahyu Suryana dan Ketua Bidang Data Abdulah.
Dalam kesempatan itu, Eka melaporkan berbagai persiapan yang sudah dilaksanakan dalam rangka menghadapi Porprov. Di antaranya menyiapkan 1.066 atlet untuk mengikuti pertandingan Porprov VII Banten. Eka menambahkan seluruh atlet yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi.
Mantan Ketua PSSI Kabupaten Tangerang ini juga membeberkan sejumlah kendala yang dialami. Terutama, kata dia, dari dinamika persiapab yang dilakukan.
“Kabupaten Tangerang sebenarnya sudah melakukan persiapan sejak 2024, 2025 hingga 2026. Namun ada yang justru menjadi tidak bermakna ketika tuan rumah mengumumkan cabang olahraga yang dipertandingkan sekira 8 bulan sebelum porprov. Ada sejumlah cabor unggulan yang tidak dipertandingkan seperti aeromodelling dan kickboxing. Di lain sisi, ada cabor baru yang tidak dimiliki Kabupaten Tangerang sehingga kami hanya bisa mengirimkan 56 cabor dari 60 yang dipertandingkan, ” ujar Eka.
Selain itu, kata dia, panitia juga melakukan pembatasan usia dan pembatasan jumlah nomor yang boleh diikuti atlet. Hal ini menyebabkan atlet yang sudah berlatih dalam jangka panjang mendadak tidak bisa bertanding. Kasus ini menimpa cabang olahraga squash dan sepakbola.
“Namun demikian, kami tetap optimistis menghadapi Porprov VII Banten,” tukasnya. (way).
