TIGARAKSA, (B1) – Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Balaraja, boleh dikatakan stabil dan unggul, dilihat dari neraca, NPL menyusut, pendapatan meningkat. Padahal kondisi UPK lain tidak sedikit yang berkebalikan.
Hal itu tidak lepas peran serta ketua kelompok gigih dan bertanggungjawab dalam mengembalikan dana bergulir.
Acep Hermanto Ketua UPK Kecamatan Balaraja mengatakan, selain menjadi pelaksana dari gerakan bersama atasi kawasan kumuh dan miskin (Gebrak Pak Kumis), UPK juga mengelola dana bergulir bagi kelompok simpan pinjam khusus perempuan (SPP)
SPP haruslah disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Karena sebagian warga masih ada yang menganggap uang yang telah digulirkan ke masyarakat adalah dana hibah dan tidak harus dikembalikan.
“Terkadang masyarakat berpikir bahwa uang yang dipinjam itu, tidak mesti dikembalikan. Nah peran ketua kelompoklah yang bertanggungjawab. Ada pengingat untuk setiap anggota ketika memasuki tanggal 7 dan 15, sementara ketua kelompok akan menghubungi setiap tanggal 20 sebelum ada pertemuan diakhir bulan,” terangnya
Menurutnya, banyak UPK di kecamatan lain tidak stabil atau oleng dikarenakan pemahaman dan kesadaran masyarakat yang kurang.
“UPK Kecamatan punya semboyan masyakat harus, leukeun minjeum, leukeun neundeun, leukeun malikeun, pikeun ngabangun ekonomi kula wargi ibu-ibu KSPP. Hal itu menjadi pemicu tetap stabilnya UPK Balaraja,” imbuhnya.
Menurut Jumini anggota UPK warga dari Kampung Ciapus Balaraja, untuk peminjaman ada batasan minimal Rp1 juta dan maksimal Rp12 juta. Setiap kelompok bisa menggulirkan dana UPK sebesar Rp85 juta. Pinjaman yang dipakai bisa buat modal usaha ataupun dana pendidikan anak.
“Anggota akan mendapatkan pengembalian keuntungan dari pinjaman pada saat MAD dan Hari Raya, berupa goody bag dan yang lainnya” terangnya. (santi).
























