SERANG, (B1) – Banten salah satu wilayah di Pulau Jawa yang kaya akan wisata religi. Salah satunya Makam Sultan Pangeran Sunyararas di Tanara, Kabupaten Serang. Selain makam Sultan Pangeran Sunyararas di Tanara, masih banyak lagi wisata ziarah lainnya di Banten yang keberadaannya menarik minat wisatawan, lokal, nusantara hingga mancanegara.
Makam Sultan Pangeran Sunyararas berlokasi di Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, tempat di mana ulama besar dunia dilahirkan dan berkarya untuk umat manusia. Makam Sultan Pangeran Sunyararas juga menjadi salah satu wisata ziarah yang banyak dikunjungi wisatawan.
Di hari biasa, wisatawan yang berkunjung kebanyakan ibu-ibu pengajian dan kelompok majelis taklim yang berada di wilayah Banten. Di hari besar agama Islam, pengunjung yang datang banyak dari daerah luar Banten, seperti Garut, Tasikmalaya, Semarang, Solo, Surabaya, hingga Makasar, Sulawesi Tenggara.
“Apalagi kalau acara haul Syekh Nawawi Al Bantani Tanara, pengunjung yang datang itu bisa puluhan ribu dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap haul, banyak pejabat pemerintah yang hadir. Malah pernah dihadiri Presiden Jokowi juga,” ujar Jamil (24), warga Tanara yang sering berziarah ke makam tersebut (01/03/2018).
Lokasi makam Sultan Pangeran Sunyararas ini berada di kampung halaman ulama besar dunia, yakni Syekh Nawawi Al Bantani Tanara. Syekh Nawawi itu sendiri wafat dan dimakamkan di Ma’la Kota Mekkah, namun tidak sedikit wisatawan yang berkunjung ingin mengetahui lebih dekat napak tilas Syekh Nawawi tersebut.
Selain itu Tanara juga mempunyai Ponpes An-Nawawi yang didirikan dan diasuh oleh KH Ma’ruf Amin yang merupakan tokoh ulama nasional, KH. Ma’ruf Amin merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia.
Rahmatullah (25), alumni Ponpes An-Nawawi menceritakan, jejak dakwah Syeikh Nawawi di Tanara, dapat dijumpai di Kampung Pesisiran Desa Pedaleman Kecamatan Tanara.
“Di Kampung Pesisiran ini terdapat Bait Nawawi dan Masjid Jami’ An-Nawawi,” ujarnya. (kusni).
























