Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PENDIDIKANTANGERANG RAYA

BOS Ditilep Yayasan, SMK di Kabupaten Tangerang Tak Bayar Honor Guru Hingga Murid Belajar Mandiri

×

BOS Ditilep Yayasan, SMK di Kabupaten Tangerang Tak Bayar Honor Guru Hingga Murid Belajar Mandiri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIGARAKSA, (B1) – Terjadi lagi dugaan penyelewengan dana BOS dan manipulasi data siswa oleh salah satu SMK di Kabupaten Tangerang, tepatnya di SMK Al-Anshor yang beralamat di Kp. Cirarab Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Example 300x600

Salah satu mantan guru di SMK Al-Anshor melaporkan bahwa, adanya dugaan penyelewengan dana bos. Hal ini berdampak pada guru di SMK Al-Anshor belum mendapatkan Honor Mengajar, bahkan ada beberapa guru gajinya tertunggak hingga lebih dari 12 bulan.

Hal ini sangat ironis, sebab beberapa guru menyampaikan bahwa sudah 3 bulan terakhir Kepsek SMK tersebut tidak pernah datang ke Sekolah. Terlebih lagi selama 1 bulan terakhir tidak bisa dihubungi baik via WhatsApp  maupun Telepon, setelah pencairan dana bos yang terakhir dicairkan.

“Parah dah, berbulan-bulan honor tidak dikasih. Yang kuat masih bertahan, yang ga kuat ya berhenti mengajar, ” ujarnya.

Saat dikonfirmasi ke Kiki yang mengaku sebagai Wakasek Bidang Kesiwaan, Kiki mengakui kondisi yang terjadi di sekolahnya. Menurutnya, memang keuangan sekolah sedang tidak baik.

Hal itu ditandai dengan tidak lancarnya pembayaran honor guru. Terlebih sepengetahuan para guru, dana BOS sekolah nampaknya sudah dilakukan pencairan oleh pihak yayasan.

“Yang, jelas memang guru-guru sudah tidak lancar diberikan honor. Terlebih belum lama, para guru kembali menanyakan di grup, hingga akhirnya kondisi semakin pelik,” ujarnya.

Terkait Kegiatan Belajar Mengajar menurutnya, dilakukan semaksimal mungkin. Serta untuk biaya operasional setiap hari, dilakukan mandiri oleh para guru yang masih aktif. Sementara jumlah guru sendiri jumlahnya hanya beberapa orang saja.

Akibat kesulitan keuangan, untuk pelaksanaan ujian juga pihak sekolah mengalami hambatan. Itu lantaran biaya untuk ujian semester belum didapat.

“Guru sekitar ada tujuh orang. Sementara murid yang terdaftat di Dapodik berjumlah sebanyak 90 orang,” terangnya.

Salah satu murid mengatakan, bahwa dirinya dan siswa lainnya jarang belajar di sekolah dikarenakan guru-guru yang mogok mengajar dikarenakan gaji yang belum dibayarkan. Juga Kepsek yang menghilang entah kemana.

“Para siswa sudah komplain ke pihak sekolah, komplainan tersebut tidak diindahkan oleh sekolah, ” ujarnya.

Murid lainnya mengaku untuk biaya spp ditarik Rp85 ribu dan untuk ujian Rp150 ribu.

“Tapi jawabannya disuruh buka google. Lama-lama begini, kami malah jadi oon, ” ucapnya. (way).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post