TANGERANG, (B1) – Pelanggan layanan air bersih Perumdam Tirta Kertaraharja (TKR) Kabupaten Tangerang dibuat resah dengan itungan tarif terbaru. Pasalnya dengan pemakain lebih sedikit akan tetapi tagihan yang harus dibayarkan ternyata lebih besar.
Lonjakan tarif air bersih ini terjadi pada pelanggan di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Akibatnya membuat pelanggan resah dan mempertanyakan layanan Perumdam TKR.
Kenaikan tagihan diperkirakan warga dinilai mencapai 100 persen lebih. Kondisi demikian tentu saja memberatkan pelanggan, terlebih tanpa pemberitahuan atau terkesan diam-diam.
Di Perumahan Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, sejumlah pelanggan mengaku kaget saat menerima tagihan terbaru. Padahal, konsumsi air mereka disebut tidak mengalami perubahan berarti.
Sahreza, salah satu warga, menunjukkan bukti tagihan kepada wartawan. Sebelumnya ia membayar sekitar Rp150.000 per bulan. Namun bulan ini, angkanya melonjak menjadi lebih dari Rp300.000.
“Pemakaian air saya sama saja tiap bulan. Kok tiba-tiba naik dua kali lipat? Ini jelas memberatkan,” ujar Sahreza, Jumat (15/8/25).
Senada, Yono tetangga Sahreza menyebut tarif bulanannya naik dari sekitar Rp140.000 menjadi di atas Rp300.000. Padahal menurutnya pemakaian yang tertera dalam tagihan lebih sedikit dibanding bulan sebelumnya.
Terlebih kenaikan tarif yang terjadi dilakukan tanpa komunikasi yang layak.
“Kalau mau naik, mestinya diberitahukan dulu. Bukan langsung main naik begitu saja,” keluhnya.
Coba dikonfirmasi melalui telephone atau pesan singkat ke Humas Perumdam TKR, Hafiedz Zein, tidak ada tanggapan.
Pelanggan menilai kenaikan tarif air tanpa sosialisasi dinilai rentan memicu keresahan. Manajemen Perumdam TKR diminta segera memberikan klarifikasi terbuka, mengingat air bersih adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar. (way).
