TIGARAKSA, (B1) – Permintaan ikan lele di Kabupaten Tangerang terus meningkat. Namun sayang, hal itu belum dapat terpenuhi lantaran terkendala permodalan.
Hakin (30), peternak lele di Kecamatan Mekar Baru menuturkan, data dari Asosiasi Lele Tangerang (ALETA), kebutuhan ikan lele di wilayah Kresek saja tiga kwintal. Sedangkan yang bisa dipenuhi hanya satu kwintal perhari.
Belum lagi untuk memenuhi permintaan pasar di wilayah Kabupaten Tangerang. Salah satu kendalanya yakni kurangnya pasokan benih. Kebutuhan benih untuk di wilayah Mekar Baru saja dibutuhkan sekitar 100 ribu ekor benih setiap bulan.
“Dari data tersebut terlihat bahwa usaha ternak lele sangat berpotensi untuk dikembangkan. Dan kita belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan ikan lele,” ucapnya.
Untuk penambahan benih, tentunya dibutuhkan tambahan permodalan. Dan Ia sudah mengajukan ke Dispora, Bappeda maupun Disnaker.
“Namun jawaban yang didapat selalu sama, yaitu saya diarahkan untuk peminjaman ke Dinas Koperasi dan UKM,” ucapnya.
Padahal menurutnya, wirausaha sepertinya terkendala proses perizinan yang disyaratkan Dinas Koperasi dan UKM. Diakuinya, sulit bagi usaha sepertinya untuk memenuhi segala persyaratan yang ada.
“Padahal kita tahu, salah satu langkah mengatasi pengangguran, ya demean berwirausaha,” pungkasnya. (kusni).
























